http://www.bbc.com/indonesian/

31 Mei, 2006 - Published 05:12 GMT

Bantuan masih kurang

Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah mengatakan 150 ton bantuan sudah dikirim hingga wilayah kecamatan, namun jumlah itu dianggap masih sangat kurang.

Ruas jalan raya Yogyakarta- Bantul hingga Imogori dipenuhi anak-anak dan warga setempat yang meminta bantuan.

“Bantuan Bu… bantuan Pak…”mereka berteriak meminta perhatian orang yang lalu-lalang dengan kendaraan.

Sampai dengan hari keempat setelah bencana kemarin, persoalan tidak merata, atau bahkan belum diterima sama sekalinya bantuan nampaknya belum juga teratasi.

Meskipun pada siang harinya Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah mengatakan ia senidri sudah menyaksikan masing-masing kecamatan di Bantul mendapat kiriman 5 ton beras, kiriman itu terlihat belum merata diterima korban.

Camat Sewon Bantul Helmi Djamharis mengatakan sudah menerima kiriman 5 ton beras itu.

“Namun itu masih sangat kurang, untuk mencukupi 75 ribu orang dikecamatan ini,” kata Helmi.

Helmi mengatakan beras sudah dibagi ke 4 kelurahan yang juga segera membagi-bagikannya pada warga.

Namun menurut warga, mereka harus datang sendiri ke kecamatan untuk mendapat jatah beras itu.

Warga Desa Jaranan Kecamatan Sewon Andi Nugroho mengatakan tidak ada aparat yang membagikan bantuan ke kelurahan.

“Kalau kita tidak jalan sendiri, tidak mungkin sampai. Yang sampai cuma beras, 33 kilo”keluh Andi Nugroho.

Sementara tenda merupakan kebutuhan penting lain bagi warga korban gempa, yang sampai kini belum diterima sama sekali.

Camat Sewon Helmi Djamharis mengatakan belum pernah menerima bantuan tenda dari pemerintah. “Kalau ada masyarakat sudah menggunakan tenda, itu mungkin dari kelompok-kelompok, dan saya berterimakasih untuk itu.”

Mencuri tenda
Tenda penting karena kebanyakan pengungsi diruang terbuka
Tenda penting karena kebanyakan pengungsi diruang terbuka

Sejumlah warga yang berupaya menampung keluarganya dibawah lindungan tenda, mengaku mendapatkannya dari berbagai sumber.

Salah satunya adalah Pardi dari Desa Prancak Kecamatan Sewon yang mendapat tenda dari sebuah warung yang ditinggalkan pemiliknya.

“Ya musim cuaca gini ya, ini kemarin bukan punya saya sendiri. Dibilang bawa ya bawa, tapi ini ya nyuri”, kata Pardi pasrah.

Sumber perolehan tenda lain adalah pembagian dari sejumlah lembaga swasta, dengan jumlah yang dianggap masih sangat kurang.

Selain makanan dan tenda, cuaca yang masih kerap mendung dan hujan membuat sejumlah pengungsi jatuh sakit.

Mereka berharap ada bantuan obat seperti balsem dan obat ringan lain untuk membantu pengungsi bertahan dari penyakit akibat cuaca.

Akibat bencana gempa bumi yang terjadi Sabtu pagi dengan kekuatan 6,3 pada skala Richter, di Yogjakarta saja kini diperkirakan terdapat 20.000 orang cidera\ sementara 200.000 lainnya kehilangan tempat tinggal.
Sementara catatan korban tewas menurut Departemen Sosial sudah melebihi angka 5800 orang sementara hampir 49 ribu rumah rata dengan tanah.