|
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Orang kaya pindah ke Inggris utara
Jumlah orang kaya Inggris di London pun, seperti yang ditulis oleh Carol Midgley dalam surat kabar The Times pekan ini, sudah mulai diungguli oleh orang-orang kaya baru di belahan utara Inggris. Kalau ada yang bertanya 'di mana pusat orang kaya Inggris?', kayaknya telunjuk kita akan langsung menunjuk ke kawasan-kawasan seperti Kensington, Chelsea dan Knightsbride, di mana ongkos parkir mobil setahunnya sama dengan sewa rumah setengah besar di desa Scunthorp. Hitung-hitung, yang sekarang benar-benar kaya justru mereka di kota-kota yang berkembang pesat di utara seperti Manchester, Leeds dan Liverpool. Kalau dihitung angka uangnya barangkali masih kalah dari London, tetapi kalau dilihat apa yang mereka belanjakan, maka orang-orang kaya London akan kelihatan 'kalah'. Satu pasangan yang tinggal di sebuah rumah senilai satu juta pon di London bisa dikatakan kurang kaya kalau dilihat apa yang dibelanjakannya, karena setiap sen yang diperolehnya dilahap oleh cicilan hipotek, beaya studi dan beaya hidup yang dianggap paling mahal di Eropa.
Sebaliknya, sejoli berpenghasilan 40,000 pon per tahun, yang punya kewajiban mencicil pinjaman KPR sebesar 60,000 pon sterling, merasa lebih beruntung karena uangnya masih tersisa untuk bisa berekreasi cukup mewah. Dimanapun, kalau kepercayaan konsumen tinggi, disanalah pengusaha berdatangan. Daerah selatan dengan ongkos 'overhead' yang tinggi mulai mereka tinggalkan dan kini mulailah mereka memanen keuntungan di utara, dan dengan begitu, jumlah milyuner utara juga semakin membengkak dalam laju yang luar biasa hebat. Kini mobil-mobil mewah semakin banyak terlihat dikendarai orang-orang kaya utara, dan bar-bar maupun restoran-restoran pun semakin dipadati 'wong-wong lor' - orang utara. Rantai toko mewah Harvey Nichols juga ikut ke utara untuk mengadu nasib, demikian pula para pengusaha properti kini melirik ke utara, ke Leeds maupun Manchester untuk mengembangkan apartemen-apartemen yang bisa dijual sampai seharga satu juta pon. Angka rata-rata keberhasilan bisnis di utara sekarang ini adalah 33 persen di atas rata-rata keberhasilan usaha di tempat lain di Inggris.
Pengalaman Christine Savage menunjukkan kejayaan utara. Penduduk London ini mencoba membeli rumah di Liverpool dan diwajibkan membayar 2,000 pon lebih tinggi daripada harga yang ditawarkan - yakni 40,000 pon untuk sebuah rumah teras tiga-kamar, dan transaksi harus dilakukan hari itu juga. Sejak keberhasilan untuk menjadikan Liverpool sebagai ibu kota kebudayaan Eropa tahun 2008, kota ini tumbuh sebagai pusat pasar properti yang terpanas. Harga rumah dan tanah naik satu setengah persen per bulan. Namun, simbol yang paling kuat dari pertumbuhan Liverpool adalah perubahan wajah kawasan pelabuhannya di Princes Dock, yang kini berhiaskan bangunan-bangunan kaca dan chrom. Disinilah, 30 tahun yang lalu, berlangsung perselisihan perburuhan terparah di Inggris, yang menghancurkan industri pembuatan kapal. Pengangguran nasional meningkat 30 persen karenanya dan Liverpool berubah menjadi 'povo city' - kota miskin. Dalam masa tiga minggu mendatang ini, salah satu bank Kerajaan Inggris, Coutts, yang terkenal 'haus uang segar', melebarkan sayapnya ke Liverpool. Untuk membuka rekening di Coutts, orang harus mendepositokan minimal 500,000 pon sterling atau sekitar enam setengah milyar rupiah.
Riset baru mengungkapkan, setidak-tidaknya jumlah penduduk yang secara potensial masuk ke dalam jajaran milyuner naik sekitar 44 persen selama setahun terakhir ini. Sejumlah 3257 milyuner sekarang tinggal di daerah utara ini, kebanyakan adalah pengusaha dan eksekutif-eksekutif media, musik dan sport. Sharon Hilditch adalah salah seorang nasabah baru Coutts. Delapan tahun silam dia dan mitra bisnisnya membuka Crystal Clear, sebuah usaha produk kecantikan dengan modal 15,000 pon. Kini usaha itu sudah mekar, bernilai tujuh juta pon, dengan menyetor produknya ke seribuan salon kecantikan di seluruh Inggris dari pusatnya di Liverpool. Namun, gelembung ekonomi ini hanya tampak di daerah perkotaan utara. Di pedesaan pertumbuhan belum begitu tampak. Yang jelas, semakin banyak orang Inggris sekarang mengalihkan pandangannya ke utara - bukan lagi ke London, tempat kami-kami ini terus bergulat mencari nafkah dan informasi - tentu saja untuk anda semua. |
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||