BBC Online NetworkHomepageNewsSportWorld Service
BBC Indonesian Cari BBC Siaran Indonesia
 
Warta Berita  
Surat Dari London  
Bahasa Inggris  
  Alamat Kami  
AUDIO
Jadwal Siaran
Latest bulletin Audio Available
Siaran
1100 GMT
Audio Available
Siaran
1300 GMT
Audio Available
Siaran
2200 GMT
Audio Available
Surat Dari London Audio Available


SITUS BBC 
BBC Asia Pacific
East Asia Today
BBC Chinese


Senin, 29 September, 2003, 11:45 GMT

Motivasi protes orang Inggris
Para demonstran di depan gedung parlemen Inggris
Para demonstran di depan gedung parlemen Inggris

Surat dari London pagi ini membahas hubungan pemerintah Inggris, dengan kelompok-kelompok bisnis, dan masyarakat biasa. Sejauh mana kemaslahatan umum bisa mengalahkan kepentingan masyarakat lokal, atau kalau dilihat dari aspek lain, sejauh mana sekelompok orang boleh menghambat kepentingan yang lebih luas.

Contoh paling baru adalah mengenai rencana pemerintah untuk memperluas tiga bandar udara di sekitar kota London. Pemerintah sudah bertahun-tahun berniat menambah satu landas pacu di bandar udara utama kota London, yaitu bandara Heathrow.

Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan lalu lintas udara yang semakin meningkat. Lalu lintas udara yang meningkat, berarti volume bisnis juga semakin besar, dan lapangan kerja akan bertambah, demikian argumennya.

Rencana ini didukung oleh kalangan bisnis dan serikat buruh. Belakangan pemerintah juga menjajaki perluasan dua bandar udara lainnya di sekitar London, yaitu bandar udara Gatwick dan Stansted.

Rencana ini mendapat perlawanan sengit dari penduduk setempat. Kalau pemerintah dan kelompok bisnis memakai argumen ekonomi, kelompok masyarakat yang anti perluasan, biasanya menangkis dengan argumen lingkungan.

Perluasan bandar udara akan menambah polusi, baik dari lalu lintas udara maupun darat, dan membuat lingkungan tempat tinggal yang asri, menjadi padat dan semrawut.

Selain soal polusi, kelestarian flora dan fauna serta masalah warisan arsitektur juga dipersoalkan. Masyarakat anti perluasan bandara di Stansted, kuatir bahwa kalau bandar udara itu diperbesar, sebuah gereja yang sudah berumur ratusan tahun harus dirobohkan.

Selama ini rasa tidak puas itu disampaikan dengan cara mengumpulkan tanda tangan, atau melakukan demonstrasi, tetapi kalau menilik berita media massa pekan ini, tampaknya protes damai itu akan menjadi jauh lebih militan. Mereka mengancam untuk memblokir jalan dan lokasi proyek agar pembangunan itu tidak bisa berjalan.

Ancaman aksi langsung seperti ini, bukan pertama kali dilakukan di Inggris. Beberapa tahun lalu aktivis-aktivis lingkungan mengikat diri mereka ke pohon-pohon yang akan ditebang agar bisa dibuat jalan tembus baru.

Salah satu pelakunya sampai menjadi selebriti karena selama berhari-hari ia bersembunyi di sebuah lorong bawah tanah yang untuk mecegah pembangunan jalan raya. Memang akhirnya proyek jalan raya itu selesai juga, walaupun molor dari jadwal semula.

Tetapi para demonstran juga merasa berhasil karena sukses membangkitkan kesadaran bahwa pembangunan jalan raya baru, bukan satu-satunya cara untuk mengatasi kemacetan lalu lintas.

Protes-protes semacam ini juga terjadi di Indonesia. Yang paling terkenal mungkin adalah protes terhadap pembangunan Waduk Kedungombo di Jawa Tengah.

Yang menurut saya berbeda di Inggris adalah frekuensinya, dan jenis proyek yang diprotes. Tidak hanya proyek besar seperti bandara yang saya sebut tadi, tetapi juga proyek-proyek lokal di pemukiman masyarakat.

Beberapa minggu tetangga sebelah rumah kami mengetuk pintu, sambil membawa beberapa lembar kertas. Dia bertanya, "kamu tahu rencana pembangunan perumahan di dekat sini?" Ya, saya bilang sedikit ragu. Kamu setuju atau tidak? eh tidak, saya bilang.

Kalau begitu kamu harus tandatangan surat ini dan nanti aku akan kirim ke bagian pembangunan di kecamatan, katanya. Saya turuti permintaan dia, dan membubuhkan tanda tangan.

Tetangga ini rupanya sedang mengorganisir agar sebidang tanah luas yang selama ini merupakan asrama mahasiswa dan akan dirobohkan, tidak berubah menjadi kompleks perumahan baru.

Alasan orang-orang di lingkungan kami adalah jalanan akan semakin padat dan bising kalau perumahan itu mendapat IMB. Pemerintah lokal memang mengizinkan masyarakat sekitar mengajukan keberatan terhadap setiap proyek yang diperkirakan akan mempengaruhi mereka. Walaupun pemerintahlah yang akan mengambil keputusan akhir.

Bukan saya berprasangka buruk, tetapi saya rasa dalam proyek-proyek lokal seperti yang baru saya sebut, atau dalam proyek-proyek besar sekalipun, motivasi orang tidak selalu hal-hal yang agung seperti menjaga flora dan fauna langka atau mencegah pemanasan global.

Motifnya amat dasariah dan sempit, istilah bahasa Inggrisnya, NIMBY, atau not in my backyard, artinya asal jangan di halaman saya.

Jadi apa saja yang kira-kira akan merugikan diri atau lingkungan sendiri, akan ditentang sebisa mungkin, tidak peduli pertimbangan yang lebih luas. Dan ternyata saya juga ikut brigade NIMBY ini.

 
Surat Lainnya
Alat-alat pemeriksa kesehatan sendiri
Teori kematian Lady Di
Diskriminasi karena agama
Orang kaya pindah ke Inggris utara
Membunuh demi kehormatan keluarga
Motivasi protes orang Inggris
Sensasi terbaru David Blaine
Masyarakat Bangladesh
Olahraga crocquet dan cricket
Sikap turis Inggris di Yunani
Penyelidikan Lord Hutton

 BBC Siaran Indonesia
 indonesian@bbc.co.uk


^^ kembali ke atas

   Indonesia

Warta Berita | Surat Dari London | Bahasa Inggris | Alamat Kami | Jadwal Siaran

© BBC World Service, Bush House, Strand, London WC2B 4PH, UK.