|
 |
 Senin, 28 Juli, 2003, 10:39 GMT
Perwira menipu dalam acara quiz
|

Mayor Charles Ingram saat menang quiz jadi jutawan |
Kalau kita ditanya, apakah kita mau menjadi jutawan, saya kira sebagian besar di antara kita akan menjawab, ya mau. Apalagi kalau caranya 'cuma' menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam quiz Who Wants to be a Millionaire.
Tapi saya yakin keinginan anda untuk menjadi jutawan, tidak seperti seorang perwira angkatan darat Inggris yang nekat menipu untuk meraih hadiah sebesar satu juta poundsterling.
Sang mayor yang bernama Charles Ingram akhirnya bukan beruntung, tetapi malah buntung. Gara-gara curang dalam quiz ini, sang perwira itu dipecat sebagai tentara. Sebelumnya dia sudah dinyatakan bersalah di pengadilan, dan dihukum percobaan. Masih lumayan, dia tidak dijebloskan ke bui.
Mestinya anda tahu acara televisi Who Wants to be a Millionaire, program televisi yang mengajak pemirsanya menjawab 15 pertanyaan dengan hadiah satu milyar rupiah.
Di Inggris ada acara yang sama, dengan nama yang sama pula. Acara ini memang berasal dari Inggris, dan sekarang formatnya sudah dijual ke seluruh dunia.
Jadi acara quiz yang anda lihat di Indonesia, persis dengan yang kami tonton di sini. Lengkap dengan 50/50, phone a friend, atau pertanyaan "is that your final answer?" dan adegan mengulurkan lembaran cek dengan logo bank sponsor.
Yang berbeda cuma bahasa pengantar, pembawa acara dan jumlah hadiahnya. Di Inggris, pembawa acaranya sudah uzur kalau dibanding dengan Tantowi Yahya.
Kembali ke cerita Mayor Charles Ingram, sebelum ia duduk di kursi peserta, sudah ada beberapa orang yang memenangkan hadiah utama satu juta poundsterling di Inggris. Rupanya mayor Ingram ingin mengikuti jejak para jutawan baru ini, dan untuk itu dia berkomplot dengan istri dan seorang rekannya untuk membantunya menjawab pertanyaan.
Modus operandinya adalah sang istri yang duduk di kursi penonton, dan rekan Ingram yang juga masuk dalam 10 calon peserta, pura-pura batuk begitu mereka mendengar jawaban yang benar. Sedangkan sang mayor akan membaca ulang jawaban-jawaban yang tersedia, sampai dia mendengar "ehem" dari rekannya.
Tetapi rupanya penyelenggara program tidak kalah pintar. Mereka curiga dengan sang mayor yang dari awal sudah gelagapan menjawab pertanyaan yang diajukan, akhirnya selalu bisa menebak jawaban yang tepat.
Sampai pada hadiah tertinggi satu juta poundsterling. Selidik punya selidik, terdengarlah suara "ehem", setiap kali pilihan jawaban yang benar disebut oleh Ingram. Malah dalam satu pertanyaan, terdengar
"ehem NO" dengan suara lantang, ketika sang mayor nyaris saja memilih jawaban yang salah. Waktu itu dia sedang menjawab pertanyaan berharga 500 ribu poundsterling
Polisi kemudian dipanggil, dan penyelidikan dilakukan. Dalam sidang pengadilan terbukti bahwa terdakwa memang berbuat curang. Selama penyelidikan itu dilakukan episode Who Wants to be a Millionaire ini tidak pernah ditayangkan kepada publik, dan stasiun televisi tidak mau membayar hadiah satu juta pounsterling yang menurut Mayor Ingram merupakan haknya.
Akhirnya setelah ia diputus bersalah, program itu ditayangkan kepada publik. Masyarakat yang sejak awal mengikuti pemberitaan media massa tentang perkara pengadilan ini, bisa melihat sendiri episode konyol itu.
Oleh pengadilan Mayor Ingram kemudian didenda 15,000 pounds dan dikenai hukuman percobaan. Minggu ini dia malah diberhentikan dari dinas ketentaraan.
Seperti di Indonesia, quiz Who wants to be a Millionaire ini sangat popular di Inggris, jadi kasus penipuan yang dilakukan sang Mayor mendapat perhatian besar. Tetapi selain itu saya menduga terdakwanya sendiri membuat peristiwa menjadi lebih disoroti lagi.
Seorang mayor yang selalu tampil rapih, dengan tutur kata yang halus, ternyata adalah seorang yang tak tahu malu. Setelah dinyatakan bersalah oleh pengadilan pun, Mayor Ingram masih tampil di depan publik seolah-olah tindakannya bukan hal yang megandung aib.
Dia masih berharap untuk meraup uang dari peristiwa dengan tampil di televisi, dan membuat filem layar lebar dari peristiwa ini. Seorang priyayi, dan perwira, ternyata juga seorang penipu yang tak tahu malu.
|
|
|
|