|
 |
 Senin, 30 Juni, 2003, 10:04 GMT
Keunikan turnamen Wimbledon
|

Lapangan tenis Wimbledon |
Bagi anda yang suka olahraga, dan terutama tenis, tentu anda tahu bahwa saat ini sedang berlangsung turnamen tenis Wimbledon.
Dalam surat pagi ini, saya tidak akan banyak bercerita mengenai pertandingan di lapangan karena itu bisa anda ikuti setiap hari. Yang menarik, setidaknya bagi saya adalah tradisi yang sudah diciptakan oleh turnamen seperti ini.
Tidak diragukan lagi kalau orang Inggris menurut saya pintar menyelenggarakan sesuatu dengan baik. Anda tahu bahwa tempat pertandingan tenis ini di London Barat Daya setiap tahunnya hanya digunakan dalam 2 minggu saja, yaitu selama turnamen tersebut berlangsung.
Sisanya sepanjang tahun ya dibiarkan nganggur. Tetapi itu tidak berarti turnamen ini merugi. Setiap tahun, Wimbledon meraup penghasilan tidak tanggung-tangung 115 juta dollar . Dari mana mereka bisa mendapatkan uang sebanyak itu ?
Ya yang pertama ini adalah salah satu turnamen tenis paling tua. Tahun ini adalah untuk ke-119. Tidak mengherankan bila disebut sebagai salah satu dari empat turnamen paling bergengsi di dunia. Malah di antara beberapa pemain tenis, mengatakan ini adalah turnamen yang paling diidamkan untuk menang.
Karena bergengsi itu, salah satu penghasilan utama Wimbledon adalah tentu hak siar yang dijual kepada berbagai televisi di dunia. Di Inggris, hak itu dipegang oleh BBC. Tidak seperti cabang olahraga lain yang senang bila mendapat pemberitaan di media, di Wimbledon, media harus membayar mahal untuk bisa meliputnya.
Tidak kurang dari 20 media televisi langsung menyiarkan pertandingan ini setiap hari. dan diperkirakan setiap tahunnnya, 1 milyar penonton di seluruh dunia menyaksikan pertandingan Wimbledon.
Selain itu, mereka juga menjual kursi-kursi pertandingan untuk perusahaan-perusahaan besar. Sebagai bagian dari pelayananan kepada klien mereka, perusahaan konglemerat di Inggris seperti GLaxoSmith Kline membeli tenda-tenda dan mengundang klien mereka menonton Wimbledon gratis.
Dalam dua minggu, Wimbledon ini sudah menciptakan industri tersendiri. Panitia pertandingan tahu misalnya bahwa tidak setiap penonton bisa membeli karcis terusan selama dua minggu yang bisa bernilai ratusan pondsterling.
Oleh karenanya mereka yang ingin menonton di lapangan utama, centre court dan lapangan satu, lapangan bagi para bintang top, bisa membeli karcis di hari pertandingan di laksanakan.
Tetapi tentu saja, kalau anda antri di pagi hari, anda tidak akan dapat karcis lagi karena yang lain sudah antri sejak kemarin sorenya. Karena cuaca biasanya hangat di musim panas ini, mereka semalaman tidur di luar pagar stadion. Tentu saja mereka membawa perlengkapan memadai seperti tenda, kantong tidur, kartu, buku, dan tentu saja makanan.
Tidak seperti di Indonesia di sekitar lapangan Wimbledon itu tidak ada yang menjual makanan, tenda-tenda yang banyak bermunculan di satu tempat kalau ada kejadian. Dan kompleks Wimbledon ini sebenarnya juga berada di dekat kawasan pemukiman sehingga tidak boleh berdagang.
Tetapi jangan khawatir. Di sore hari, beberapa pedagang pizza sudah menyebarkan leaflet berisi menu yang bisa dipesan dan diantar. Ada juga restoran Cina yang menawarkan menu yang dijamin panas untuk disantap.
Bayangkan bisnis makanan yang didapat mereka yang melihat peluang tersebut, karena setiap malam mereka yang mengantri bisa mencapai dua sampai tiga ratus orang. Coba anda kalikan dua minggu, berapa porsi makanan yang disantap dalam 14 hari turnamen tersebut.
Bisnis lain yang juga marak adalah bagi para sopir taksi. Jarak antara stasiun kereta api terdekat jaraknya 30 menit berjalan kaki. Kita bisa naik bis yang khusus melayani rute Wimbledon-Stasiun bayarannya satu setengah pond, hampir 20 ribu rupiah. Naik taksi lebih cepat, tetapi bayarnya 5 pond, hampir 60 ribu.
Di dalam kompleks stadion, semua yang dijual harganya mahal. Yang paling murah katanya adalah strawberry. Satu mangkuk kecil strawberry berharga 2 pondsterling, sekitar 25 ribu rupiah. Bayangkan kalau anda harus membeli makanan yang lebih besar seperti roti, burger, fish and chips, es krim.
Tentu saja kita bisa tidak membeli makanan. Jadi bawa sendiri dari rumah. Dan di dalam kompleks Wimbledon ini disediakan berbagai tempat untuk duduk dan piknik sambil istirahat menikmati makanan yang dibawa dari rumah.
Jadi dalam artikel dalam sebuah surat kabar menyambut Wimbledon, ditulis bahwa yang harus dibawa ke Wimbledon setiap tahun adalah payung, kalau hujan, daftar pertandingan setiap hari dan terakhir dompet tebal berisi uang untuk dibelanjakan di sana.
Namun biar begitu, Wimbledon sudah menjadi bagian dari kehidupan warga Inggris setiap tahunnya. Ini dibuktikan dengan setiap harinya semakin banyak penonton yang hadir. Dalam dua minggu, hampir setengah juta orang hadir langsung menyaksikan sepak laga para pemain tenis dunia.
Salah satunya termasuk saya, yang datang meliput dua pemain Indonesia, Angelique Wijaya dan Wynne Prakusya.
|
|
|
|