|
Pacquiao ciptakan sejarah
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Bintang tinju Filipina Manny Pacquiao menjadi petinju pertama dalam sejarah yang memenangkan gelar juara dunia di tujuh kelas
berbeda setelah mengalahkan Miguel Cotto di Las Vegas.
Dia menghentikan perlawanan penantang asal Puerto Rica ini di ronde ke 12 pertarungan memperebutkan gelar juara dunia kelas welter versi WBO. Pacquiao, 30 tahun, mendominasi pertarungan dan sempat menjatuhkan Cotto di ronde ke tiga dan ke empat setelah melepas hook kiri yang keras. Wasit Kenny Bayless menghentikan pertandingan 55 detik setelah ronde ke 12 dimulai. "Saya berusaha keras untuk menjatuhkannya," ujar Pacquiao. "Saya mengira mereka akan menghentikan pertarungan di ronde ke 11. Saya cukup kaget dia terus bertarung." Wajah Cotto bengkak, sementara darah mengalir dari hidung dan luka di wajahnya, dan dia tidak bisa menghentikan Pacquiao masuk untuk melancarkan pukulan dengan kedua tangannya. "Saya tidak tahu dari mana pukulan itu datang," ujar Cotto. "Manny Pacquiao adalah salah satu petinju terhebat yang pernah saya hadapi." Kemenangan petinju Filipina ini mengukuhkan statusnya sebagai petinju hebat dan membuat rekornya menjadi 50 menang, tiga kali kalah, dua kali seri dan 38 kali kemenangan dengan KO. Kemenangan atas petinju berusia 29 ini membuka kemungkinan pertandingan melawan Floyd Mayweather Jr yang belum pernah terkalahkan. Pelatih Pacquiao Freddie Roach mengaku bahwa setelah pertandingan melawan Cotto dia ingin melihat anak asuhannya menghadapi petinju Amerika dalam pertarungan yang akan menarik secara global. Cotto memulai pertandingan dengan mantap setelah menggantungkan pada jab-jab keras disaat kedua petinju teribat pertarungan jarak dekat.
Namun Paquiao dengan cepat menemukan jarak ideal dan mulai mengendalikan pertarungan dengan menjatuhkan Cotto lewat hook kanan di awal ronde ke tiga. Namun Cotto tampak tidak terkena dampak itu dan kembali melakukan perlawanan keras hingga akhir ronde ketiga. Namun setelah Pacquiao kembali menjatuhkannya lewat hook kiri di akhir ronde keempat petinju Purto Rico itu tidak bisa kembali melakukan perlawanan seperti sebelumnya. Cotto menerapkan permainan menghindar pukulan Pacquiao namun di ronde-ronde akhir dia hanya bertahan sementara darah mengucur dari wajahnya dan Pacquiao tanpa ampur terus menghunajinya dengan pukulan-pukulan keras. Namun Cotto menolak berhenti meski timnya mencoba melempar handuk putih tanda menyerah setelah ronde ke 11, akan tetapi setelah dia kembali menjadi bulan-bulanan Pacquiao di ronde terakhir pertandingan pun dihentikan. "Saya mendengar dia lebih besar dan lebih kuat dari saya, itu sebabnya saya mencoba lebih agresif dan bertarung mati-matian untuk mengatasi kekuatannya," ujar Pacquiao. "Strategi kami dalam pertarungan ini tidak terburu-buru karena kami tahu strateginya adalah melakukan serangan balasan." Cotto yang rekornya kini 34-2 segera dibawa ke rumah sakit dengan muka bengkak dan penuh darah. "Kesehatan saya adalah yang utama. Saya hanya ingin memastikan saya tidak apa-apa, saya merasa baik. Saya hanya bengkak saja," ujarnya. Setelah memenangkan gelar juara di kelas welter Pacquiao mengatakan tidak akan pindah ke kelas yang lebih tinggi. "Ini adalah divisi berat terakhir bagi saya," ujar Pacquiao. "Ini sejarah bagi saya dan yang lebih penting lagi seorang warga Filipina lah yang membuat sejarah." |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||