|
Renault akan mundur dari F1
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Tim Formula 1 Renault menggelar pertemuan darurat di Paris untuk membicarakan rencana tim ini mundur dari ajang F1.
Perusahaan otomotif asal Prancis ini mempertimbangkan apakah tetap bertahan di ajang balapan ini sebagai satu tim, bertahan sebagai penyuplai mesin atau mundur sama sekali. Kabar soal kemungkinan mundurnya Renault muncul di hari yang sama saat Toyota juga mengumumkan mundur dari ajang adu cepat jet darat itu. Renault menjadi tim ketiga yang kemungkinan besar mundur dalam 11 bulan terakhir. Pertemuan darurat Renault ini dihadiri petinggi F1 Bob Bell dan Jean-Francois Caubet, meskipun keduanya tidak diijinkan ambil bagian dalam diskusi soal masa depan tim Renault. Renault sudah bergabung dengan ajang balap F1 sejak musim 2002 dan menduduki posisi 8 dari 10 tim dalam klasemen akhir konstruktor musim balap tahun ini setelah seri terakhir di Abu Dhabi, Minggu. Perusahaan ini terlibat kesulitan setelah keterlibatannya dalam skandal pengaturan balapan di Singapura. Di Singapura, tim Renault memerintahkan Nelson Piquet Jr menabrakkan mobilnya untuk membantu rekan setimnya Fernando Alonso memenangkan balapan. Akibat skandal ini, Federasi Otomotif Internasional (FIA) melarang Renault tampil selama dua tahun di ajang balapan ini. Sementara manajer tim Flavio Briatore dan Pat Symonds dihukum tak boleh terlibat dalam ajang F1. Bulan lalu, Renault resmi mengontrak pembalap berbakat Polandia Robert Kubica sebagai pembalap utama dalam musim balapan 2010 untuk menggantikan juara dunia dua kali Fernando Alonso yang pindah ke Ferrari. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||