|
Bruno Senna ke tim Campos
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Bruno Senna, keponakan juara dunia tiga kali Ayrton, akan melalukan debut di Formula satu dengan tim Campos Meta.
Pembalap asal Brazil ini akan mulai membalap untuk tim pendatang baru di Formula Satu dalam musim balap tahun depan. Sebelumnya Bruno yang berusia 26 tahun ini mengatakan melakukan pembicaraan dengan tim asal Spanyol itu saat GP Brazil dua minggu lalu. Dia juga sempat menyebut dua tim baru, Lotus dan Manor GP, plus satu tim lama berunding dengannya. "Merupakan penghormatan luar biasa untuk mengembalikan nama Senna ke Formula 1," ujar direktur eksekutif tim Campos Meta Rodriguez de Castro. "Kesepakatan dengan Senna ini mengkonfirmasi dan memperkuat tujuan utama kami untuk tidak menjadi tim formula 1 Spanyol pertama, tetapi tim gabungan Spanyol dan benua Amerika." Sementara Senna mengatakan: "Saya benar-benar gembira bisa memenuhi impian hidup saya. Kini saya harus membuat target baru." Senna menjadi juara dua di seri GP2 tahun 2008 dan sempat melakukan uji coba dengan Honda bulan November tahun lalu sebelum perusahaan otomotif Jepang ini mundur dari F1 di akhir tahun 2008. Ketika tim itu diselamatkan oleh pimpinan tim Ross Brawn, dia memutuskan untuk mempertahankan dua pembalap berpengalaman Honda Jenson Button dan Rubens Barrichello. Keputusan ini membuat Senna yang sangat berbakat gagal masuk tim F1. Namun di sirkuit Interlagos, Brazil, dua minggu lalu Senna mengatakan: "Saya sedang mempertimbangkan satu tim yang berpotensi untuk berprestasi dan konsisten. "Saya merasa harus membalap di Formula 1 tahun depan karena jika tidak saya akan kehilangan kesempatan itu selamanya." Senna, yang merupakan anak saudara perempuan Ayrton, Viviane Lalli, membalap di seris mobil balap Le Mans selama musim balap tahun ini. Dia memutuskan untuk tidak bergabung dengan tim Lots baru karena alasan sentimental. Dengan tim inilah Ayrton Senna meraih posisi terdepan start dan kemenangan pertama pada tahun 1985. Juara dunia Formula satu tiga kali yang dipandang sebagai pembalap F1 terhebat sepanjang masa ini meninggal saat mobil balap Williamnya bertabrakan di Grand Prix San Marino, Imola tahun 1994. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||