|
Atlet Afsel positif hermafrodit
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Uji jenis kelamin terhadap juara dunia 800m Caster Semenya dari Afrika Selatan membukitkan dia mengalami kondisi inter gender
atau hermafrodit, demikian informasi yang diperoleh BBC Sport.
Atlet berusia 18 tahun itu diminta menjalani uji tersebut setelah dia dengan cepat menjadi terkenal pada tahun 2009 dan beberapa jam sebelum dia berhasil menjadi juara dunia di Berlin, Jerman. IAAF mendapatkan hasil tes, tapi ingin hasil tes tersebut diperiksa sebelum berbicara kepada Semenya. Wartawan olahraga BBC Gordon Farquhar mengatakan: "Mungkin dia memiliki suatu kondisi hermafrodit atau inter-gender." Salah satu koran Australia menyatakan Semenya hermafrodit - seseorang yang memimiliki sebagian atau seluruh ciri utama kedua jenis kelamin. Laporan-laporan tersebut mengundang reaksi penuh kemarahan di Afrika Selatan, dan seorang anggota parlemen senior negara itu menyerukan agar Asosiasi Internasional Federasi Atletik digugat atas perlakuan terhadap Semenya. "Seseorang bersalah membocorkan informasi medis rahasianya kepada koran-koran Australia," kata ketua Komite Olahraga Majelis Nasional Butana Komphela kepada koran lokal Star. Namun, Nick Davies dari IAAF mengatakan: "Pernyataan-pernyataan harus diperlakukan secara hati-hati, sebab itu bukan pernyataan resmi oleh IAAF." "Kami telah menerima hasil dari Jerman, tapi hasil itu kini perlu diperiksa oleh sekelompok ahli dan kami tidak dalam posisi untuk berbicara dengan si atlet mengenai mereka (hasil tes) selama setidaknya beberapa pekan," tambah Davies. "Setelah itu, bergantung pada hasil, kami akan mengadakan pertemuan tertutup dengan si atlet untuk membahas langkah berikutnya," katanya. IAAF mengukuhkan bahwa mereka tidak akan memberikan komentar lebih jauh mengenai Semenya hingga setelah pertemuan dewan IAAF di Monako pada 20-21 November. Wartawan BBC Gordon Farquhar: "Kami sudah tahu bahwa dia memiliki kadar testosteron tiga kali lebih tinggi daripada yang biasa diharapkan pada wanita." Menurut dia, ini masalah serius dan si atlet harus diberitahu implikasinya. "Ada tiga kesimpulan yang mungkin dari pembhasan pakar: bahwa kondisi tersebut tidak memberi dia keunggulan kompetitif," tambahnya. "Kondisi tersebut memberi dia keunggulan kompetitif, yang tidak bisa diatasi, atau yang paling mungkin, kondisi itu bisa diatasi dengan suatu cara jika dia setuju, dan dia bisa kembali ke perlombaan," katanya. "IAAF harus menimbang-nimbang kepentingan si atlet, yang tampaknya korban yang tidak bersalah dalam masalah ini, dengan tangggungjawab untuk memastikan persaingan yang adil," tambahnya. Semenya menjuarai nomor 800m di Berlin bulan Agustus dengan catatan waktu tercepat tahun ini, yaitu 1 menit 55,45 detik, atau 2,5 detik lebih cepat dari pada atlet juara dunia 2007 Janeth Jepkosgei dari Kenya. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||