BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 16 Agustus, 2009 - Published 15:43 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Lin Dan juara dunia tiga kali
 
Lin Dan menjadi juara dunia tiga kali berturut-turut
Lin Dan menjadi juara dunia tiga kali berturut-turut
Bintang bulutangkis Cina, Lin Dan mencetak sejarah dengan menjadi pemain pertama yang menjadi juara dunia tiga kali berturut-turut.

Di kejuaraan dunia di Hyderabad, India hari Minggu, Lin Dan yang hanya diunggulkan di tempat kelima mengalahkan rekan senegara, Chen Jin, 21-18, 21-16.

Sebelumnya, Lin Dan sudah menjadi juara dunia tahun 2006 dan 2007, dan juga menjadi juara Olimpiade Beijing.

Cina secara keseluruhan mendominasi kejuaraan dengan merebut empat gelar.

Indonesia gagal mendapatkan gelar setelah pasangan ganda campuran, Nova Widianto/Lilyana Natsir kalah di final melawan pasangan Denmark, Thomas Laybourn/Kamilla Rytter Juhl dalam dua set, 13-21, 17-21.

Di tunggal putri, Xie Xinfang yang juga menjadi juara dunia di tahun 2005 dan 2006, gagal menambah gelar, setelah kalah dari rekan senegara, Lu Lan, 23-21, 21-12.

Pertandingan paling seru terjadi di ganda putra dimana pasangan Cina Cai Yun/Fu Haifeng mengalahkan pasangan Korea Selatan, Jung Jaesung-/Lee Yongdae. 21-18, 16-21, 28-26 dalam pertandingan selama 75 menit.

Seperti biasa, Cina mendominasi ganda putri dengan Zhang Yawen/Zhao Tingting menjadi juara dunia mengalahkan Cheng Su/Zhao Yunlei, 17-21, 21-17, 21-16.

Prestasi Yang Yang

Prestasi Lin Dan menjadi juara tiga kali melampaui rekor yang pernah dipegang pemain Cina lainnya, Yang Yang yang pernah menjadi juara dua kali berturut-turut.

Namun prestasi Yang Yang dicapai ketika kejuaraan dunia berlangsung dua tahun sekali pada tahun 1980-an, sementara sekarang kejuaraan dunia berlangsung setahun sekali.

Lin Dan yang baru berusia 25 tahun mengatakan kunci keberhasilannya adalah kerja keras.

"Saya bukan jenius. Saya bekerja keras untuk bisa mencapai semua ini. Bila yang lainnya bekerja keras, mereka juga akan bisa mencapai apa yang saya lakukan." kata Lin Dan yang mendapat julukan Super Dan.

Ketika ditanya apakah dia masih akan bermain sampai Olimpiade London 2012, Lin Dan mengatakan dia belum memikirkan sejauh itu.

"Saya tidak memikirkan Olimpiade 2012 sekarang. Masih terlalu jauh. Saya mau menyelesaikan musim ini, dan kemudian memutuskan apa yang akan lakukan selanjutnya." kata Lin Dan.

Selama kejuaraan dunia, Lin Dan hanya sekali dipaksa bermain tiga set yaitu di semifinal melawan Sony Dwi Kuncoro.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy