http://www.bbc.com/indonesian/

05 Juli, 2009 - Published 10:17 GMT

Federer kejar juara 15 kali

Petenis nomor satu dunia Roger Federer akan berupaya mengukir sejarah dengan mengejar juara 15 kali gelar Grand Slam.

Federer menghadapi petenis Amerika, Andy Roddick dalam final Minggu.

Petenis asal Swiss berusia 27 tahun itu akan mencoba meraih kemenangan enam kali Wimbledon dan melampaui rekor Pete Sampras dengan kemenangan 15 kali Grand Slam.

Roddick, mengakhiri harapan petenis Inggris dalam semi final, Andy Murray dan berharap akan menambah gelar juara setelah menang dalam Amerika Terbuka 2003.

Namun Federer akan turun lapangan dengan rekor kemenangan 18 kali dalam 20 pertandingan dengan Roddick.

Pemain terbaik

Final tahun lalu antara Roger Federer dan Rafael Nadal merupakan pertandingan terpanjang dalam sejarah, dan digambarkan oleh petenis veteran John McEnroe sebagai pertandingan terhebat yang pernah disaksikannya.

Namun pertandingan final kali ini lebih bermakna karena Roger Federer sedang mengejar gelar grandslam ke-15, untuk melampaui rekor 14 kali yang sekarang ini dicapainya bersama Pete Sampras.

Bila menang, Federer akan dijuluki pemain tenis terbaik sepanjang masa. Namun pemain asal Swiss tersebut mengatakan dia tidak merasa terbebani, tidak seperti final dua tahun lalu.

"Saat itu saya merasa terbebani karena ingin mengejar rekor lima kali juara Wimbledon, menyamai prestasi Bjorn Borg. Saat itu rekor itu sangat berarti bagi saya, dan selama dua minggu, saya konsentrasi penuh untuk mencapainya," kata Federer.

"Sekarang saya lebih santai. Kalau dilihat kembali, ketika itu memang peristiwa besar, dan itulah sebabnya saya merasa lebih santai sekarang," tambahnya.

Andy Roddick dapat menjadi perintang ambisi Roger Federer itu, dan ia mengatakan akan berupaya mencegah ambisi pemain Swiss itu.

"Semua orang sudah tahu betapa hebatnya prestasi yang telah dicapai oleh Roger selama ini, namun saya akan berusaha keras untuk menundanya, sampai grandslam berikutnya," kata Roddick.