BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 04 Juli, 2009 - Published 09:56 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Venus diunggulkan lawan Serena
 
Ini adalah partai ulangan final tahun lalu yang dimenangkan Venus
Ini adalah partai ulangan final tahun lalu yang dimenangkan Venus
Salah seorang anggota keluarga Williams akan menjadi juara tunggal putri Wimbledon, dimana Venus dan Serena bertemu hari Sabtu di final.

Venus sedang mengejar rekor menyamai prestasi Billie Jean King enam kali juara, sementara Serena mengejar kemenangan ketiga, dan yang pertama sejak tahun 2003.

Ini adalah untuk kedelapan kalinya mereka bertemu di final Grand Slam.

"Setiap kali kami bertanding, semakin bagus permainan kami," kata Serena.

 Pertandingan berikutnya adalah pertandingan paling sulit melawan Serena Williams
 
Venus

"Inilah yang kami impikan ketika kami dulu tumbuh di Compton," lanjutnya.

Di awal-awalnya pertandingan antar keduanya berlangsung membosankan, namun belakangan pertandingan berlangsung lebih seru.

Tahun lalu, di final Wimbledon, Venus menang dalam pertandingan dua set ketat, dengan Serena mengatakan setelah itu bahwa "tidak mudah untuk menerima" kekalahan dari kakaknya sendiri.

Namun Venus mengatakan persaingan diantara mereka "berbeda."

"Saya senang dia masuk final namun saya harus menghadapinya dan mengalahkan dia. Saya tidak selalu ingin dia kalah, namun saya pasti ingin menang," kata Venus.

"Mungkin ini kedengarannya aneh. Namun ketika saya bermain melawan orang lain, saya tentu ingin mereka kalah. Saya tidak ingin melihat dia kecewa. Tetapi dalam waktu bersamaan, saya tidak ingin juga kecewa. Saya ingin menjadi juara juga."

Rekor Steffi Graf

Dengan prestasinya yang mengesankan di lapangan rumput, Venus sedikit diunggulkan untuk menang.

Pemain berusia 29 tahun tersebut belum pernah mencapai final grand slam selain Wimbledon sejak tahun 2003, namun masuk final di Wimbledon delapan kali dalam 9 tahun terakhir.

Kemenangan hari Sabtu akan membuat Venus menjadi petenis putri pertama sejak Steffi Graf di tahun 1991-1993 yang menjadi juara Wimbledon tiga kali berturut-turut.

Venus belum kehilangan satu set pun di Wimbledon tahun ini, dan di semifinal menghancurkan petenis nomor satu dunia, Dinara Safina, 6-1, 6-0.

"Pertandingan paling sulit adalah pertandingan berikutnya melawan Serena Williams," kata Venus.

Sementara itu, Serena sudah melakukan 60 service aces untuk mencapai final Wimbledon yang kelima ini.

"Saya rasanya tidak memiliki beban untuk bermain di final," kata petenis nomor dua dunia tersebut.

"Saya kira dia memang tampil sangat prima di sini saat ini," tambah Serena.

Setelah bermain di final, Venus dan Serena akan tampil lagi hari Minggu mengejar gelar keempat di ganda putri.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy