|
Sekjen PBB kunjungi Burma
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Sekjen PBB Ban Ki-moon tiba di Burma untuk mengusahakan pembebasan para tahanan politik termasuk pemimpin oposisi Aung San
Suu Kyi.
Ban Ki-moon direncanakan melakukan pembicaraan dengan pimpinan militer Burma Jenderal Than Shwe. Aung San Suu Kyi, peraih Nobel perdamaian, telah menghabiskan sebagian besar hidupnya di penjara atau tahanan rumah selama dua dekade terakhir. Pengadilan Suu Kyu atas tuduhan melanggar ketentuan penahanan rumahnya akan segera memasuki tahapan vonis setelah terhenti selama lebih dari satu bulan. Para pengacara Suu Kyi memohon para hakim agar mengizinkan tiga orang saksi memberikan pernyataan mereka. Satu orang saksi sudah diperkenankan untuk memberi pernyataan di pengadilan. Kemarahan internasional
Pengadilan atas Suu Kyi yang kini berusia 64 tahun menimbulkan kemarahan di seluruh dunia. Kritik terhadap pemerintah militer Burma mengalir deras atas keputusan mereka menahan sang pemimpin oposisi hingga pemilu tahun depan berakhir. Wartawan BBC Jonathan Head melaporkan kunjungan dua hari Ban Ki-moon sangat berisiko. Sebab kunjungan itu bersamaan waktunya dengan hasil pengadilan Suu Kyi. Namun Ban Ki-moon yakin dia akan memperoleh sebuah konsesi berharga dari pemerintah militer Burma. Meski kunjungan PBB sebelumnya gagal, masih sangat memungkinkan para pemimpin Burma akan memilih solusi yang menyelamatkan wajah mereka dan Ban Ki-moon bisa menjadi sosok yang membawa solusi itu. Ban Ki-moon mendesak pembebasan segera lebih dari 2.000 tahanan politik Burma. "Melalui pembicaraan-pembicaraan, saya akan sampaikan apa yang paling diinginkan dunia internasional soal perubahan di Burma," kata Ban Ki-moon kepada wartawan di Singapura sebelum bertolak ke Burma. Pemerintah Burma kemungkinan akan membebaskan sejumlah kecil tahanan namun wartawan BBC mengatakan hasil itu tidak akanmemuaskan kelompok-kelompok yang pesimis terhadap kunjungan Ban Ki-moon ini. Permohonan Suu Kyi
Hingga kini belum ada kejelasan apakah Ban Ki-moon diijinkan bertemu Suu Kyi, meski dia dijadwalkan bertemu dengan anggota Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pimpinan Suu Kyi dan aktivis oposisi lainnya. "Saya mencoba untuk bertemu dengan perwakilan semua partai politik yang terdaftar termasuk Aung San Suu Kyi. Itu harapan saya," kata Ban Ki-moon. Dia menambahkan saat melakukan pembicaraan dengan Jenderal Than Shwe dia akan meminta ijin bertemu dengan Suu Kyi. Utusan khusus PBB Ibrahim Gambar dengan jelas menyampaikan keinginan Ban Ki-moon itu dalam kunjungannya ke Burma pekan lalu. Suu Kyi dipindahkan dari tahanan rumah ke penjara pada bulan Mei setelah seorang warga Amerika berenang menuju kediaman Suu Kyi yang terletak di tepi sebuah danau. Suu Kyi terancam hukuman penjara selama lima tahun jika terbukti bersalah. Suu Kyi memimpin sebuah revolusi melawan diktator Burma Jenderal Ne Win tahun 1988. Dia menyerukan sebuah reformasi demokrasi damai dan pemilu bebas. Namun militer menindas gerakan itu secara brutal yang memerintah Burma melalui sebuah kudeta pada 18 September 1988. Pemerintah militer menggelar pemilihan umum Mei 1990. Saat itu NLD pimpinan Suu Kyi menang mutlak namun junta militer menolak hasil pemilu itu dan tetap berkuasa hingga kini. Organisasi Human Right Watch mengatakan kunjungan Ban Ki-moon dianggap sukses jika Suu Kyi benar-benar dibebaskan. "Sudah berulang kali PBB meminta dengan sopan soal pembebasan Aung San Suu Kyu, namun jika pembebasan itu hanya berupa tahanan rumah adalah sebuah kegagalan besar," kata direktur eksekutif HRW Kenneth Roth. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||