|
Ancelotti tepat untuk Chelsea?
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Jika anda ingin mengetahui mengapa Ancelotti menjadi target utama untuk jabatan manajer Chelsea anda tinggal melihat piala
Liga Champions.
Pemilik Chelsea Roman Abramovic mengambil alih klub ini enam tahun lalu dan saat itu milyader Rusia ini merasa upaya meraih piala Liga Champions selalu sial. Apa lagi penjelasan atas kekalahan di empat semi final, dan yang lebih menyakitkan, final tahun 208 ketika Chelsea tinggal menggantungkan pada tendangan penalti John Terry untuk merebut piala Champions yang pertama dalam sejarah klub ini? "Liga Champions adalah cangkir suci bagi Abramovich," ujar John Foot, pengarang buku Calcio: A History of Italian Football. "Ini merupakan masalah bagi klub seperti Chelsea; urutan ke tiga di Liga Utama Inggris dan juara Piala FA adalah satu kegagalan. "Mereka semakin dekat di tingkat Eropa dan ini sebenarnya faktor mengontrak Ancelotti: dia sukses di tingkat Eropa." Masa delapan tahun Ancelotti di Milan berakhir ketika dia mengumumkan kontraknya dengan klub itu diputus pada tanggal 31 Mei. Kepemimpinannya di San Siro ditandai dengan prestasinya di Liga Champions. Dia dua kali mengakhiri musim kompetisi Eropa di bahu para pemainnya, sambil melempar piala paling terkenal di Eropa itu ke udara untuk merayakan kemenangan. Tahun 2003, Milan berhasil mengalahkan Juventus 3-2 lewat adu penalti setelah bermain 0-0 hingga akhir perpanjangan waktu di Old Trafford. Empat tahun kemudian di Athena, dua gol dari Pippo Inzaghi membuat klub ini mengalahkan Liverpool.
Kemenangan tahun 2007 berarti besar bagi Ancelotti karena berhasil mengalahkan tim yang berhasil bangkit dari ketinggalan 0-3 di final 2005 dan memenangkan piala itu lewat adu penalti. Sialnya, kemenangan itu memaksa pelatih berusia 49 tahun ini harus berhenti merokok yang sudah dilakukan selama 30 tahun, seperti janji yang dia keluarkan sebelum pertandingan final itu. Jelas, Abramovich membayangkan bahwa dalam waktu tak lama lagi manajer asal Italia ini akan duduk di bahu John Terry, Frank Lampard dan kawan kawan, sambil melempar piala berpita biru itu ke udara dengan gembira dan juga prestasi tiga kali merebut piala Champions yang belum pernah terjadi sebelumnya. Jika Ancelotti berhasil mewujudkannya, ketegaran hatinya akan diuji karena pemilik Chelsea ini akan membagikan cerutu perayaan. Meski menjadi klub yang berjaya di tingkat Eropa menjadi pertimbangan utama dalam penunjukkan Ancelotti, dia juga memiliki kemampuan yang dipandang Abramovic cocok untuk membentuk masa depan Chelsea. "Dia sangat berpengalaman memimpin satu klub besar dan bintang-bintang dunia," ujar Foot. "Dia manajer sumber daya manusia yang bagus, sangat baik membaca satu pertandingan dan dia bersifat sangat adil. Foot bahkan menyamakan Ancelotti dengan manajer Arsenal Arsene Wenger. "Tim Ancelotti selalu menggerakkan bola dan menerapkan permainan penguasaan dan mengumpan bola, dan ini yang tampaknya diinginkan oleh Abramovic sejak Maurinho keluar." Jika tampil bagus, Milan adalah klub yang enak ditonton; pergerakan tajam, penguasaan yang luar biasa dan umpan-umpan tepat dengan gaya menyerang yang mengalir. Banyak orang lupa bahwa sebelum kebangkitan Liverpool di final Liga Champions tahun 205 yang luar biasa itu, Milan sangat mengendalikan permainan. Milan juga menampilkan permainan luar biasa untuk menghancurkan Manchester United di leg kedua semi final Liga Champions di San Siro, setelah klub Italia ini kalah di leg pertama 2-3. Pengamat sepakbola BBC Radio 5 Live Gabriele Marcotti yakin Ancelotti bisa menyesuaikan diri dengan Liga Utama Inggris.
"Kebanyakan stereotipe sepakbola Inggris ternyata hanya stereotipe; jadi tidak berarti menurunkan 10 orang preman yang akan menghancurkan anda. "Permainan di Inggris tidak sehomogen yang diperkirakan banyak pihak dan perbedaannya dengan permainan di negara lain semakin kecil. "Memang akan ada periode penyesuaian diri tetapi saya yakin dia bisa melakukannya." Sejak mantan manajer Chelsea Jose Mourinho mengambil alih jabatan manajer di Inter Milan tahun lalu, Ancelotti sudah merasakan sedikit permainan mental di kalangan manajer klub Inggris. Tetapi Ancelotti bukan Maurinho. "Dia bukan orang yang suka berbicara pada media," ujar Foot. "Dia orang yang keras tetapi bukan seseorang yang suka membicarakan diri sendiri dan menurut saya hubungannya dengan manajer lain hanya akan di tingkat hubungan sosial." Bukan berarti Ancelotti, yang tengah mengambil kursus bahasa Inggris, adalah orang yang berperasaan halus. "Ada satu sisi di Ancelotti yang tidak selalu telrihat tetapi salah jika memandangnya orang yang mudah dipermainkan dan Mr Nice Guy," ujar Marcotti. Karena pengaruh pemilik AC Milan Silvio Berlusconi di klub itu, akan sangat menarik untuk melihat bagaimana Ancelotti akan bergerak di bawah Abramovich. Di Milan, Ancelotti diwajibkan menyesuaikan pemain yang dibeli klub itu ke dalam struktur yang bisa menampilkan sepakbola yang menarik dengan hasil gemilang. Saat menjadi manajer di sana Ancelotti diberi tiga pemain tua Brazil, Rivaldo, Ronaldo dan Ronaldinho, pemain yang tidak dibutuhkannya tetapi dia tidak melawan dan malah berkonsentrasi agar timnya bisa berhasil.
Setelah pernah bermain di bawah Nils Liedholm di Roma dan Arrigo Saachi di Milan, Ancelotti memulai karir sebagai pelatih di Parma (1996-1998) dan dia saat itu menyukai formasi tiga pemain di belakang dan berhasil membawa klub itu di urutan kedua Serie A. Tahun 1998 Ancelotti pindah ke Juventus dan gagal membawa klub ini menjuarai liga dalam dua kesempatan dengan perbedaan angka tipis. Di Milan, kemampuan taktis Ancelotti berhasil membawa Andrea Pirlo bermain gemilang, dia adalah pemain tengah dengan kemampuan menyerang luar biasa namun di awal 2002 ditempatkan di tim cadangan. Saat itu Milan memiliki kuartet penyerang, Rui Costa, Clarence Seedorf, Rivaldo dan Shevchenko, tetapi Berlusconi tertarik pada Pirlo dan menginginkannya di klub itu. Dengan hanya ada Gennaro Gattuso sebagai pilihan pemain belakang di tengah lapangan, Ancelotti mendapat ide untuk memainkan Pirlo sebagai pemain tengah dengan posisi lebih ke belakang, dan ini mengubahnya menjadi salah satu pemain di tim yang merebut Piala Dunia. "Itu adalah salah satu keputusan jenius Ancelotti," ujar Marcotti. "Di atas kertas tim ini adalah tim penyerang namun dia berhasil menemukan cara untuk menyeimbangkannya. "Satu-satunya jalan untuk melakukan itu adalah datangi para pemain bintang dan mengatakan, 'kalian harus bekerja sangat keras jika ingin bermain dalam satu tim." Sebelum mendapat cedera lutut dua kali yang membuatnya harus menggantungkan sepatu, dia dikenal sebagai pemain tengah dengan kemampuan tacling keras di Parma, AS Roma dan Milan. Selama lima musim di Milan dia bermain bersama trio Belanda Ruud Gullit, Marco van Basten dan Frank Rijkaard dan memenangkan juara liga dua kali dan juga piala Eropa. Pengalaman memimpin pemain seperti Zinedine Zidane, Ronaldo dan Kaka mempertajam kemampuannya berhubungan dengan pemain besar dunia. Salah seorang sumber di Milan mengatakan kepada BBC Sport: "Dia orang baik dan menyenangkan, tetapi dengan pengalaman meraih sejumlah piala memberinya kredibilitas di mata para pemain. "Saya tidak kaget dia menjadi pelatih yang sukses. Dia memang selalu memimpin jika di lapangan. Pertanyaannya sekarang adalah apakah Ancelotti bisa mengembangkan pemain muda, tujuan yang selalu disebut oleh Direktur eksekutif Chelsea Peter Kenyon? "Satu-satunya kelemahan Ancelotti adalah dia kesulitan untuk mengganti para pemain tua dengan pemain muda, dan ini menjadi masalah di Milan, kurang ada pembaharuan," ujar Foot. "Dia seseorang yang biasa menangangi tim yang sudah ada, atau membeli pemain berbakat dari klub lain, dan bukan seseorang yang akan menarik para pemain muda ke dalam tim." Tetap saja, jika Ancelotti diwajibkan bekerja dengan tim yang sudah ada, dia tidak akan mengeluh; karena itu bukan gayanya. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||