|
Arsenal bertekad pertahankan kepemilikan Inggris
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Presiden Direktur Arsenal, Peter Hill-Wood, menegaskan perombakan dalam Dewan Direksi tidak akan mempengaruhi kebijakan untuk
mempertahankan kepemilikan klub di Inggris.
Lady Nina Bracewell-Smith, yang merupakan pemegang saham terbesar ketiga di Arsenal, keluar dari Dewan Direksi pada Hari Rabu 17 Desember 2008. Hill-Wood mengatakan dia tidak yakin apakah Nina Bracewell-Smith juga akan menjual saham milikinya atau tidak. Namun jika dia menjual sahamnya sebesar 15,9% itu, raja logam asal Uzbekistan, Alisher Usmanov, bisa jadi menjadi pemilik saham 30% yang sekaligus bisa membuka proses pengambil-alihan. Usmanov saat ini menguasai saham Arsenal sebesar 24% melalui perusahaan Red & White Holdings, setelah membeli saham milik Presdir sebelumnya, David Dein, sebanyak 14,5%. Adapun pemilik saham lain, taipan olahraga Amerika Stan Kroenke --yang memiliki 12% saham-- sudah menerima tawaran untuk nenjadi Direktur Non-Eksekutif di Arsenal pada Bulan September. Jika Kroenke yang membeli saham Nina Bracewell-Smith --jika memang dijual-- maka pengusaha Amerika itu yang mungkin menguasai saham mayoritas sebesar 27,9%. Gempuran uang asing
Berbeda dengan 3 klub utama Inggris lainnya --Manchester United, Chelsea, dan Liverpool-- Arsenal secara mayoritas masih tetap merupakan milik orang Inggris. Dan sejauh ini Arsenal masih berhasil menahan godaan dari upaya para milyuner asing yang ingin menguasai saham Arsenal. Dewan Direksi Arsenal sudah mencapai kesepakatan hingga April 2009 bahwa saham hanya akan dijual kepada pihak-pihak yang diijinkan, seperti anggota keluarga. Kesepakatan jangka panjang lainnya, sampai Oktober 2012, mensyaratkan direktur harus menawarkan saham terlebih dahulu kepada sesama anggota Dewan Direksi jika ingin menjual saham. Hanya saja dengan keluar dari Dewan Direksi, maka Lady Nina Bracewell-Smith --yang keluarganya memiliki kaitan dengan Arsenal selama 50 tahun lebih-- tidak terikat lagi dengan kesepakatan tersebut. Bagaimanapun Hill-Wood, menegaskan bahwa bisnis berjalan seperti biasa di klub London Utara ini. Stabilitas klub
Menurut Hill-Wood, jika saham Lady Nina dijual maka masih ada kemungkinan Daniel Fiszman --yang saat ini memiliki saham terbesar yaitu 24,11%-- yang membelinya untuk mencegah jatuh ke tangan pemilik luar. "Lady Nina tidak lagi mewakili klub dan oleh karena itu bebas dari kesepakatan," kata Peter Hill-Wood. "Bagaimanapun kesepakatan dibuat untuk stabilitas di dalam klub dan mereka yang terlibat kesepakatan punya komitmen untuk tetap menjaga struktur kepemilikan yang ada," tambahnya. "Saya berharap dia akan tetap menjadi pemilik saham namun dia belum berbicara kepada saya belakangan ini. Dia tidak terikat kesepakatan lagi, jadi bebas melakukan yang diinginkannya." Hill Wood juga sudah menunjuk Ivan Gazidis sebagai pimpinan eksekutif baru mulai tanggal 1 Januari 2009, yang kosong sejak David Dein meninggalkan klub itu April 2007. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||