|
Honda berusaha tetap tegar
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
"Kami merupakan pemain tengah dan sudah melewati pemain lain, saat tinggal berhadapan dengan penjaga gawang, kami dijatuhkan."
Nick Fry sedang bersedih, direktur utama tim F1 Honda ini mencoba tidak memperlihatkannya dengan senyum pahit di wajah. Namun, dia - seperti juga seluruh staffnya - merasa karpet tempatnya berpijak ditarik dari bawah. Keputusan perusahaan mobil Jepang untuk mundur dari F1 dan menarik anggaran £200 juta untuk biaya operasi berbasis di Brackley ini mengejutkan 800 pegawainya. Tidak satu pun pegawai tim ini yang mengatakan bahwa dua hari lalu mereka akan berperan dalam lakon kemungkinan kehilangan pekerjaan karena tim ini mendapat waktu beberapa minggu untuk mencari sponsor baru atau harus ditutup. Fry, yang bersama dengan disainer utama tim Ross Brawn mengetahui keputusan ini beberapa hari lalu, mengaku masih belum bisa
menerima berita dari kantor pusat Honda di Jepang ini.
"Pertama saya merasa sangat mual sekali, kemudian kecewa berat dan marah karena hal ini terjadi pada kami semua," ujarnya. "Ross juga sangat sedih ketika diberitahu. Kami diberitahu bos di Honda bahwa keputusan itu harus diambil dan Ross, terutama sangat sedih karena kami hampir mencapai tujuan. "Kami memiliki fasilitas terbaik di F1, itu alasan utama Ross bergabung dengan kami. Kami dulu memiliki anggaran yang cukup bagus - tidak berbeda dengan tim unggulan lain - dan kami menyerah di musim balap tahun 2008 karena kami merasa lebih baik berinvestasi untuk musim balap tahun 200i9. "Tapi kita sudah terbiasa dengan kegagalan dan keberhasilan yang ekstrim di F1. Setelah rasa kaget yang pertama muncul, semua orang masuk kerja pagi ini dengan penuh tekad dan tetap menjalankan tugas mereka seperti biasa." Fry dan Brawn berbicara dengan para pekerja di fasilitas Brackley selama 45 menit hari Kamis malam. Staff di kompleks ini memandang kedua bos mereka hampir seperti keluarga. Biasanya jika kita berkunjung ke kantor yang 800 pekerjanya baru diberitahu akan dipecat, hanya tiga minggu sebelum hari Natal, suasana kebencian yang kita perkirakan ada. Namun tidak ada sama sekali di Brackley. "Ini terdengar seperti keputusan perusahaan," ujar salah satu pegawai senior yang sudah bekerja di tim Honda ini lebih dari
satu dekade.
Dia pernah melihat Honda bersikap plin plan soal F1 sebelumnya, tahun 1999 saat perusahaan itu membentuk tim pengembangan dan Jos Verstappen sebagai penguji mobil tetapi kemudian membatalkan rencana itu. Namun, kali ini terasa berbeda: "Saya punya tanggujawab sekarang. Saat seperti ini, saya berandai-andai kredit rumah saya diasuransi," ujarnya. Dia menambahkan bahwa para pegawai sebelumnya khawatir ketika Honda memutuskan untuk menutup pabrik di Swindon selama dua bulan, meski tidak satupun orang memperkirakan masa depan seluruh tim F1 akan hancur seperti ini. "Gosip mulai beredar ketika kami diminta hadir dalam pertemuan hari Kamis itu," ujarnya. Sementara itu di pihak lain, seorang pegawai muda Honda - yang beru bergabung bulan Juni - tidak menyalahkan tim atau Honda. "Kami tidak punya cukup waktu untuk memproduksi mobil yang bisa diandalkan," ujarnya, sambil menggelengkankepala. "Ini yang terjadi jika orang di Amerika bermain-main dengan uang, orang dengan pengalaman 30 tahun di industri ini akan jadi pengangguran."
Setiap pegawai tampaknya memiliki berbagai ide untuk menyelamatkan tim ini. Salah satunya adalah mempergunakan pembalap pendatang baru - "setengah detik lebih lambat, tetapi bisa menghemat £10 juta" - sementara yang lain memandang tim ini bisa berfungsi baik di sirkuit balap dengan setengah jumlah pegawai. "Baguslah, mereka memiliki berbagai ide, tetapi kami tidak mau menjadi tim penggembira, kami ingin menjadi tim yang berada di depan," ujar Fry. "Mobil yang didisain Ross dan tim ini, yang memasuki tahun pertama dari rencana tiga tahun yang dicanangkannya, menurut dia bisa berada di empat besar tahun depan. "Kami hampir selesai, dan ini merupakan kesempatan besar bagi orang lain. Mereka hanya harus sedikit berusaha untuk mencetak
gol," tandasnya. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||