BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 09 September, 2008 - Published 09:03 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Federer akhiri mimpi Murray
 
Federer
Kemenangan Federer lebih berarti khusus setelah sejumlah hasil kurang menggembirakan
Roger Federer merebut juara kelima berturut-turut dalam kejuaraan tenis Amerika terbuka dan mengakhiri mimpi Andy Murray.

Murray, 21, berusaha untuk menjadi petenis Inggris pertama yang menang Grand Slam sejak Fred Perry tahun 1936 namun penampilan Federer jauh lebih meyakinkan.

Federer menundukkan Murray dengan 6-2 7-5 6-2 selama satu jam 51 menit di Flushing Meadows.

Petenis Swiss itu telah merebut 13 gelar Grand Slam, hanya selisih satu dibandingkan peraih terbanyak Pete Sampras.

Federer menyaingin Sampras dan Jimmy Connors sebagai juara Amerika Terbuka sebanyak lima kali, namun belum ada yang menang lima tahun berturut-turut. Tetapi petenis Amerika Bill Tilden pernah merebut prestasi yang sama tahun 1924.

Federer juga merupakan petenis pertama yang menang lima gelar secara berturut-turut di dua turnamen Grand Slam, disamping juga menjadi juara Wimbledon antara tahun 2003 dan 2007.

"Gembira sekali rasanya," kata Federer setelah bertanding. "Kemenangan ini adalah saat sangat khusus dalam karir saya.

"Saya mengalami sejumlah pertandingan sulit tahun ini, dengan hanya masuk semi-final dan dua final, salah satunya di Wimbledon.

"Jadi untuk membawa piala ini ke rumah, rasanya sangat luar biasa. Artinya sangat besar bagi saya."

 Saya telah menghadapi turnamen besar dan saya melawan petenis terbaik yang pernah saya hadapi.
 
Andy Murray

Federer menambahkan: "Saya memberi ucapan selamat kepada Andy - permainannya sangat bagus dalam dua minggu terakhir. Saya yakin ia akan semakin bagus.

Murray turun dalam final Grand Slam pertama dan sebelumnya mengalahkan petenis nomor satu dunia Rafael Nadal.

Namun keyakinannya saat berhadapan dengan Nadal dihadapkan dengan permainan spektakuler Federer.

Federer yang telah kehilangan gelar pemain nomor satu dunia dari Nadal, berupaya keras untuk menekan kemundurannya.

Setelah mengalahkan Novak Djokovic dalam semi final, Federer berada dalam kondisi prima mulai dari awal pertandingan final.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy