|
Liu Xiang meminta maaf
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Juara bertahan lari gawang 110 meter putra Liu Xiang dari Cina meminta maaf kepada rakyat Cina setelah cidera memaksanya menarik
diri dari arena olimpiade pada hari Senin.
Medali emas yang ia raih di Olimpiade Athena empat tahun silam membuat Liu menjadi mahabintang di Cina. Namun ketika berlaga di Stadion Nasional, ia tidak bisa menyelesaikan babak kualifikasi. Setelah ofisial menyatakan ada pelanggaram start dan harus diulang, Liu meringis kesakitan. "Saya minta maaf," kata Liu kepada surat kabar the China Sports Daily. "Karena ada begitu banyak orang yang mendukung saya, saya katakan kepada diri saya sendiri saya harus turun berlomba. Tapi saya tidak bisa melakukannya." Liu Xiang yang berusia 25 tahun ini dan pernah memegang rekor dunia lari gawang 110 meter dianggap sebagai harapan terbaik tuan rumah untuk meraih medali emas di cabang atletik. Pengunduran dirinya membuat 91 ribu orang yang memadati stadion terkejut. Perasaan ini tercermin pula di seluruh penjuru negeri. Liu belum lama ini pulih dari cidera di urat lututnya. Tapi dia juga memiliki persoalan di urat tumitnya selama beberapa tahun. Akhir pekan lalu cidera ini kambuh dan memburuk pada hari Senin. Dia mengungkapkan sakitnya luar biasa. "Jika saya memaksakan diri untuk berlari, urat saya bisa rusak. Saya tidak bisa menggambarkan perasaan saya saat ini," kata Liu. "Saya bukan tipe orang yang mudah menyerah. Saya yakin saya akan bisa kembali berlomba," tegas Liu Xiang yang wajahnya memenuhi berbagai baliho di Beijing tersebut. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||