22 Juli, 2008 - Published 10:59 GMT
Everton mungkin harus menunggu sementara pemerintah membahas rencana klub kota Liverpool itu untuk membangun stadion baru berkapasitas 50 ribu tempat duduk.
Keputusan pemerintah untuk pembangunan stadion semestinya sudah dikeluarkan tetapi berbagai laporan yang muncul menunjukkan pemerintah ingin membahasnya lebih lanjut.
Everton khawatir pembahasan kembali oleh pemerintah lokal akan menunda pembangunan stadion itu hingga satu tahun dan membuat anggaran sebesar 400 juta Poundsterling akan menjadi tidak cukup.
Rencana itu sendiri ditentang oleh para pendukung Everton karena stadion yang baru akan berada di luar batas kota Liverpool.
Direktur utama Everton, Bill Kenwright, sekarang menghadapi kemungkinan harus mengadakan rapat umum karena pemegang saham yang menolak pembangunan stadion baru itu kini bersatu menuntut pertemuan itu.
Dibawah aturan rumah tangga organisasi, rapat umum harus dilaksanakan apabila minimal 20 persen pemegang saham memintanya.
Kepala humas Everton, Mark Rowan, mengatakan: ''Kami bisa memberi konfirmasi bahwa kami telah menerima satu petisi dari pemegang saham.''
''Kami akan melihat otentitas dan keabsahan nama yang tercantum dalam petisi itu.''
''Kalau kami sudah yakin maka kami mempunyai waktu 21 hari sebelum mengumumkan tanggal rapat umum dilakukan.''
Dewan kota Knowsley, tempat stadion baru itu akan berada, sebelumnya telah memberikan persetujuan bagi pembangunan stadion itu dan tinggal menunggu persetujuan pemerintah.
Knowsley dipilih setelah dewan kota Liverpool gagal menemukan lahan yang tepat untuk Everton membangun stadion. Sementara pihak Everton mengatakan tak mungkin lagi memperbesar Goodison Park.
Berbagi stadion dengan stadion baru klub Liverpool yang akan dibangun di Stanley Park juga tak mendapat dukungan dari pendukung maupun pengurus kedua klub.