BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 24 Juli, 2008 - Published 11:11 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Mosley menangkan gugatan
 
Max Mosley
Mosley menyatakan gembira dengan putusan hakim
Ketua otorita balap dunia Max Mosley memenangkan kasus gugatan hukum terhadap sebuah koran Minggu Inggris terkait klaim bahwa dia ikut serta dalam pesta seks bertema Nazi.

Pengadilan Tinggi Inggris memutuskan koran News of the World melanggar privasi Mosley dan diharuskan membayar ganti rugi senilai £60.000 kepada Mosley.

Hakim Eady mengatakan Mosley berhak mendapat perlindungan privasi dalam "kegiatan seksual (yang tidak lazim sekali pun)" yang dilakukan berdasarkan persetujuan para pelaku dewasa.

Mosley mengakui dia melakukan hubungan seks dengan lima wanita tuna susila tetapi membantah kegiatan mereka bertema Nazi.

 Ini menunjukkan bahwa kebohongan mereka tentang Nazi sepenuhnya dibuat-buat dan tidak benar
 
Max Mosley

Ayah Mosley adalah pemimpin gerakan fasis Inggris, Sir Oswald Mosley.

Cerita yang dimuat di surat kabar itu ditulis berdasarkan rekaman video rahasia dari salah seorang wanita yang ikut dalam pesta seks di sebuah apartemen di London itu pada bulan Maret.

Di Pengadilan Tinggi, Hakim Eady mengatakan "tidak ada bukti bahwa pesta pada tanggal 28 Maret 2008 itu dilakukan untuk meniru sikap Nazi."

"Saya tidak melihat dasar yang kuat bahwa para peserta pesta itu menghina korban kekejaman Nazi."

'Bukan urusan orang lain'

Di luar Pengadilan Tinggi di London, Mosley mengatakan dia "gembira dengan putusan hakim yang merupakan pukulan bagi News of the World".

"Ini menunjukkan bahwa kebohongan mereka tentang Nazi sepenuhnya dibuat-buat dan tidak benar," katanya.

"Ini juga memperlihatkan bahwa mereka tidak punya hak untuk mengusik kehidupan pribadi orang dan memotret atau memfilmkan orang dewasa yang melakukan kegiatan yang bukan urusan orang lain."

Mosley, 68 tahun, mengatakan kehidupannya dirusak oleh cerita yang ditulis News of the World dan rekaman video yang dimuat di situs internet koran itu.

Editor News of the World, Colin Myler mengatakan koran itu menyambut baik denda yang tidak terlalu besar, namun menambahkan "pers kita sekarang ini tidak sebebas dulu".

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy