30 Juni, 2008 - Published 07:56 GMT
Juara Piala Eropa 2008, Spanyol, tiba di Madrid dari Austria dan mereka memamerkan piala itu kepada para pendukung yang membludak. Tim ini tiba di bandara dengan pesawat yang bertuliskan "Campeones" atau "Juara".
Perayaan besar-besaran diadakan di Plaza Colon, alun-alun utama di tengah-tengah Madrid.
Tim sepak bola Spanyol berkeliling kota di atas bis terbuka sementara sejumlah pesawat jet melintas untuk memberikan penghormatan udara yang meninggalkan asap kuning dan merah, yaitu warna bendera Spanyol.
Kapten Spanyol, Iker Casillas memuji pelatih Luis Aragones. Aragones melakukan pekerjaan luar biasa, kata Casillas. Dia meyakinkan kami dari hari pertama bahwa kemenangan bisa kami raih. Kami membuat bangsa kami bangga, tambah Casillas.
Spanyol menjadi juara Eropa untuk pertama kali sejak tahun 1964, ketika dalam final mengalahkan Jerman 1-0 dalam pertandingan di Wina.
Spanyol menguasai permainan dan jauh lebih banyak mendapat peluang tetapi hanya mencetak satu gol lewat penyerang tengah Fernando Torres di menit ke 33.
Torres yang diapit dua pemain belakang Jerman, berhasil lolos dari kawalan back kiri Philip Lahm dan mengangkat bola di luar jangkauan kiper Jens Lehmann yang berusaha maju menghadang.
Beberapa menit sebelumnya, sundulan kepala Torres menghantam dasar tiang gawang sebelah kanan Jens Lehmann.
Jerman kalah segalanya dari Spanyol dalam pertandingan Senin dini hari waktu Indonesia, tetapi di awal babak ke dua sempat mendesak Spanyol tanpa menghasilkan peluang berarti.
Kiper sekaligus kapten Iker Casillas praktis tidak perlu menyelamatkan gawangnya.
Sukses ini juga merupakan hadiah cemerlang bagi pelatih Luis Aragones, 69 tahun, yang di awal babak kwalifikasi mendapat desakan kuat untuk mundur.
Ini merupakan gelar juara Eropa ke dua bagi Spanyol, pada tahun 1984 mereka kalah 0-2 dari Prancis yang ketika itu dipimpin kapten Michel Platini, yang sekarang menjadi Presiden UEFA.
Walau kalah, Jerman sudah 13 kali menjadi finalis Kejuaraan Eropa atau Piala Dunia, dengan rekor enam kali menang, tujuh kali kalah.