|
Sepak bola Inggris terancam | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Direktur asosiasi sepak bola Inggris, FA mengatakan sepak bola terancam karena naiknya jumlah pemain asing dan peraturan tidak jelas. Trevor Brooking mengatakan naiknya jumlah pemain asing di klub-klub besar, sangat berpengaruh dan "(Tim nasional terancam) - dan hal itu terlihat dari jumlah pemain. "Saya rasa hal ini tidak bisa diremehkan. Hal ini merupakan keprihatinan besar." Brooking mengatakan setelah transfer pemain pertengahan tahun ini oleh klub-klub Inggris - sebagian besar dari luar negri. Dan transfer ini dilakukan sebelum dua pertandingan kualifikasi yang harus dimenangkan Inggris dibawah manajer Steve McClaren. Penelitian oleh BBC Sport mengungkapkan tantangan yang dihadapi tim nasional karena jumlah pemain berbakat yang dapat diturunkan menurun. Brooking mengatakan naiknya jumlah pemain asing di Liga Utama menekan pemain muda berbakat dan hal itu mempengaruhi peluang Inggris dalam turnamen-turnamen besar.
"Tahun lalu, sekitar 40% pemain utama di Liga Utama adalah orang Inggris, dan dengan berbagai transfer lalu jumlah itu mungkin turun menjadi di bawah sepertiga. Apakah akan ada tim utama bagi pemain muda antara umur 17-21? "Bila anda perhatikian Italia yang memenangkan Piala Dunia lalu, saya rasa lebih 70% liga mereka menurunkan pemain dalam negri. Spanyol, Perancis, Belanda juga demikian. Jerman juga tidak begitu bagus, namun Inggris terendah dalam digunakannya pemain dalam negri. Kewenangan FA Brooking mengatakan ia ingin menetapkan pembelian pemain asing sebagai sesuatu "yang lebih sulit" namun ia dihambat untuk melakukan hal itu. Dalam wawancara dengan BBC, Brooking mengatakan sepak bola Inggris menghadapi "tantangan sangat besar" dalam setiap tingkatan usia. Dan ia menyerukan badan yang berwenang untuk mendapatkan kekuasaan yang lebih besar untuk melakukan perubahan.
Brooking mendapatkan kewenangan dalam jaringan pelatihan FA hampir empat tahun lalu namun semakin hari semakin kecewa karena sulit untuk melakukan perubahan tentang rencana pengembangan pemain atau bahkan menjamin bahwa peraturan yang ada sekarang diterapkan dengan benar. "Kami melihat kemampuan dari sekitar enam orang di berbagai akademi sepak bola 21 bulan lalu dan meminta (Liga sepak bola dan Liga Utama) agar mereka dibantu untuk meningkatkan standard," kata Brooking. "Namun ijin itu ditolak dan itulah situasinya. Tidak ada seorang pun yang memiliki wewenang untuk melakukan apapun. "Dari pandangan profesional, apa yang dapat berubah? Kami tidak dapat mengubah apapun. "Dan yang dikawatirkan adalah bila hal ini terus terjadi, standar akan terus menurun. "Itulah mengapa kami memusatkan perhatian pada kemampuan melatih dari akar rumput, memperkuat pelatihan dalam FA dan menyusun kursus-kursus yang sesuai dengan umur. "Kami akan meluncurkannya pada awal tahun depan dan berharap klub profesional akan membeli mereka. Namun tentunya mereka lah yang memutuskan bukan kami." Struktur berbagai akademi dan pusat pelatihan yang dibentuk Howard Wilkinson tahun 1997, banyak dikritik dalam tahun-tahun terakhir ini. Banyak manajer dan pemilik klub mengeluh karena kurangnya standar pemain lulusan berbagai akademi itu. Klub-klub liga utama mendanai pelatihan pemain muda mereka dan sebagian besar memiliki akademi sendiri. Sementara klub klub Liga Sepak bola mendapatkan bantuan £ 138.000 untuk berbagai program dari dana sentral yang disediakan oleh Asosiasi Sepak Bola dan Liga Utama. Keseluruhan sistem tengah dirombak menyusul langkah yang dilakukan oleh ketua tim Rugby Richard Lewis. Tetapi keputusan kunci tentang berbagai peraturan dan pendanaan akademi telah ditunda. Sebagian besar apa yang diinginkan Brooking adalah agar FA mendapatkan wewenang untuk mengawasi pelatihan pemain muda dan mengembangkan metode ini kepada klub yang mampu dan yang tidak mampu. Untuk mengembangkan ini, Brooking mengupayakan pembentukan apa yang disebut unit pro pertandingan atau "pro game unit". Badan baru ini, dengan peraturan dan pendanaan yang jelas akan membantu menyeimbangkan pengaruh para pemain asing dalam sepak bola Inggris. "Kita harus memutuskan rencana yang jelas untuk mengembangkan pemain muda dari usia lima sampai 16 tahun sehingga bila mereka terjun ke klub profesional mereka memiliki landasan yang kuat. "Kita harus menyepakati bahan pelatihan, jaminan kualitas, masalah perlindungan anak, langkah pertanggungjawaban dan lain lain, untuk menjamin setiap orang mengupayakan rencana yang sama. "Saat ini langkah itu masih jauh." | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||