31 Juli, 2007 - Published 10:21 GMT
Salah kelompok HAM internasional terkemuka, Human Rights Watch (HRW) melayangkan surat kepada Liga Inggris untuk menentang hak mantan PM Thailand Thaksin Shinawatra memiliki Manchester City.
HRW mengatakan, Thaksin termasuk "pelanggar HAM paling buruk" dan semestinya tidak lolos dalam "fit dan proper person test" atau uji kepatutan dan kelayakan untuk menjadi pemilih klub Liga Inggris.
Thaksin, yang menjabat perdana menteri Thailand mulai tahun 2001 hingga 2006, membantah tuduhan itu.
"Menurut definisi apa pun, saya tidak melihat bagaimana Thaksin bisa fit and proper," kata Brad Adams dari HRW kepada BBC Sport.
"Saya telah menulis surat kepada Liga Utama untuk menanyakan makna tes ini," katanya.
Pengacara Thaksin Noppadol Pattama mengatakan kepada bbC bahwa tuduhan itu sama sekali tidak berdasar.
"Dakwaan HAM dan perdata terhadap dia belum pernah dibuktikan," kata Noppadol.
"Klien saya berhak diperlakukan sebagai orang yang tidak bersalah sampai dinyatakan bersalah," tambahnya.
"Sejauh ini belum ada bukti kuat terhadap dirinya," katanya.
Liga Utama mengukuhkan telah menerima surat yang dimaksud, namun belum memberikan tanggapan.
Sementara itu, lembaga HAM lain, Amnesty International menyatakan juga memiliki kekhawatiran seperti yang disuarakan HRW.
Jurubicara Amnesty International mengatakan kepada BBC Sport: "Thaksin memang memimpin atas sejumlah pelanggaran hak asasi manusia yang sangat serius."
"Kalau Liga Utama ingin memperhitungkan itu ketika mengambil keputusan, kami akan senang hati mengajukan dokumen kepada mereka," katanya.
Tuduhan yang ditujukan kepada Thaksin adalah bahwa, saat dia menjabat perdana menteri Thailand, dia
- memimpin pembunuhan tanpa proses hukum (extrajudicial killings )selama "perang melawan narkoba". HRW mengatakan, sebanyak 2.500 orang terbunuh dalam satu masa tiga bulan pada awal 2003.
- memerintah militer Thailand agar menempuh segala cara untuk membasmi perlawanan di Thailand selatan.
- menindas media Thailand.
'Tidak bersalah'
Pengacara Thaksin Noppadol menangkis: "Sepanjang yang saya tahu, dia (Thaksin) tidak pernah memerintahkan pejabat publik untuk mengeksekusi pedagang narkotik."
"Kami akan bisa membuktikan dia tidak bersalah setelah pemilihan umum ketika kami yakin klien kami mendapat proses hukum yang adil," tandasnya.
"Kami hanya mencoba menyelesaikan masalah narkotika di Thailand dengan bersikap tegas terhadap kriminal. Tapi, dia tidak pernah mengeluarkan perintah tembak mati," tambahnya.
"Saya berharap fan Manchester City dan warga Inggris berfikiran fair. Mereka seyogyanya menangguhkan penilaian sebelum memutuskan Thaksin tidak fit. Dia orang yang pantas dan patut menjalankan klub," katanya.
Calon pemilik harus lolos "fit and proper person test" sebelum membeli klub Liga Utama Inggris.
Test ini pada dasarnya mencakup si calon pemilik tidak boleh dinyatakan terbukti bersalah atas beberapa serangkaian pelanggaran.
Thaksin telah lolos dari test itu sebelum merampungkan pembelian Manchester City bulan lalu.