17 November, 2005 - Published 17:42 GMT
Wasit Robert Hoyzer telah dijatuhi hukuman dua tahun lima bulan penjara, karena terlibat dalam skandal suap sepak bola terbesar di Jerman.
Wasit berusia 26 tahun tersebut mengakui mengatur atau mencoba mengatur hasil sembilan pertandingan.
Pihak penuntut mengajukan agar Hoyzer dikenai hukuman percobaan, namun hakim Gerti Kramer memutuskan hukuman badan untuk wasit tersebut.
"Ini bukan sekedar tingkah laku remaja yang salah, tetapi kejahatan serius. Dia melanggar tugasnya untuk bertindak netral." kata Kramer.
Hoyzer tampak terkejut dengan keputusan tersebut, dan meninggalkan pengadilan di Berlin tanpa berbicara kepada wartawan.
"Saya minta maaf kepada semua orang karena sudah berbohong. Saya telah merusak citra sepak bola Jerman," kata Hoyzer dalam pembelaan terakhirnya hari Selasa.
Dia tetap akan bebas sampai bandingnya diputuskan.
"Kami dan Mr Hoyzer sangat kecewa dengan keputusan tersebut. Bahkan pihak penuntut meminta hukuman percobaan," kata pengacara Hoyzer Thomas Hermes.
Seorang wasit lainnya, Dominik Marks, membantah terlibat dalam hasil dari empat pertandingan namun menerima hukuman percobaan satu setengah tahun.
Ante Sapina, warga Kroasia yang menjadi dalang suap untuk sebuah sindikat judi, dijatuhi hukuman penjara 2 tahun 11 bulan.
Saudara laki-laki Sapina Filip, 38 tahun, dan pemilik bar Milan, 40 tahun dijatuhi hukuman percobaan karena membantu tindak kriminal Ante.
Tindakan memalukan
Kecurigaan muncul saat tim papan bawah Paderborn berbalik dari ketinggalan
0-2 untuk menang 4-2 atas bekas juara Eropa, SV 4-2 di final Piala Jerman tahun lalu.
Terjadi dua kali penalti yang diragukan, dan kartu merah yang misterius dalam pertandingan tersebut.
Menurut tuduhan jaksa, Ante Sapina mendapatkan keuntungan 500 ribu pondsterling atas kemenangan Paderborn tersebut.
Wasit Hoyzer kemudian mengaku menerima 46 ribu pondsterling dan sebuah televisi digital atas jasanya mempengaruhi hasil pertandingan.
Presiden Federasi Sepak bola Jerman Theo Zwanziger mengatakan senang
dengan keputusan hakim, 10 bulan setelah tuduhan pertama kali muncul.
"Ancaman penjara dua setengah tahun penjara mudah-mudahan membuat orang berpikir kembali kalau mereka mau mempengaruhi hasil pertandingan," katanya.
Pengadilan ini merupakan hal yang memalukan bagi persepakbolaan Jerman karena terjadi delapan bulan sebelum negara itu menyelenggarakan Piala Dunia 2006.