Generation Next
 
Perdamaian dan konflik
 

Francy Anne Parinusa dan Tarbiyanthy Lewaru

Perdamaian dan konflik

 

Dulu di semua tempat di Ambon dibatasi dengan pagar, yang menandai dua komunitas yang berbeda agama
Francy Anne Parinusa
 
Francy Anne Parinusa (Enny) dan Tarbiyanthy Lewaru (Yanthy) adalah dua siswi SMA di Ambon yang bersahabat.

Mereka menyaksikan konflik yang pecah tahun 1999 lalu dan menelan sekitar 1.700 korban.

Bagaimana konflik ini mempengaruhi kehidupan mereka?

 Dengarkan cerita Francy dan Tarbiyanthy

"Sekolah saya terputus putus dan saya sulit konsentrasi. Saat itu ada juga perasaan marah, karena banyak saudara yang menjadi korban konflik ini,"
kata Tarbiyanthy.
Francy Anne dan Tarbiyanthy
Francy Anne dan Tarbiyanthy menatap ke masa depan

Sementara Francy Anne mengatakan: "Saat konflik saya tidak bisa sembarangan pergi ke tempat yang berpenduduk Muslim."

"Dulu di semua tempat di Ambon dibatasi dengan pagar, yang menandai dua komunitas yang berbeda agama."

"Tapi sekarang, saya bebas ke tempat Yanthy misalnya, dan demikian pula sebaliknya," tambah Francy Anne.

Enny dan Yanthy mengatakan mereka tidak mau lagi mengingat-ingat konflik.

"Ini pengalaman yang paling berharga, karena kami sempat susah makan, susah main, susah semuanya."
^^ Kembali ke atas Kembali ke indeks >>