|
Pengalaman di dunia pertanian
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Untuk melengkapi seri khusus Ketahanan Pangan, BBC juga menyiarkan kisah dan nasib beberapa orang yang terjun di bidang pertanian.
Petani padi Nadi, seorang petani di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Dia mengaku berminat mengolah tanah dan selalu manfaatkan sebaik mungkin meski tanahnya tidak terlalu luas. Penghasilan bertani padi tidak cukup untuk menopang keluarga, kata Nadi, oleh karena itu, dia juga beternak dan memelihara empang.
Petani jagung Imron Rosadi, seorang petani jagung di pulau Madura, Jawa Timur. Imron mengaku memiliki lahan 6 hektar yang rata-rata menghasilkan dua ton jagung per tahun. Modal cocok tanam hingga panen, menurutnya, mencapai Rp 1.500.000 per tahun. Adapun penghasilan mencapai Rp 2.000.000 dan sisanya untuk kebutuhan selama satu tahun.
Petani yang tanahnya digunakan untuk hotel I Ketut Sukanada, seorang petani dari Kabupaten Tabanan, Bali.
Sekitar awal tahun 1990-an, ayah mertua Sukanada dipaksa menjual sawahnya di dekat Pura Tanah Lot untuk pembangunan kawasan resor, Nirwana Bali Resort, tetapi dia bersitegas tidak mau menjual dan akhirnya hanya bersedia menyewakan tanah itu. Sekarang I Ketut Sukanada adalah penerus keluarga. Lahan sawah yang disewakan itu sekarang menjadi area lobby hotel mengarah ke pantai. Menurutnya, hasil penyewaan tanah pertanian itu lebih menguntungkan daripada hasil pertanian padi, meski Ketut mengaku belum tahu bagaimana kepastian kepemilikan lahan itu di masa depan.
Mahasiswa jurusan Ilmu Pertanian Bidang pertanian tidak hanya meliputi para petani, buruh tani atau petani penggarap, tetapi juga mahasiwa jurusan Ilmu Pertanian. Apa harapan, cita-cita dan impian Yusran, mahasiswa pertanian dari Universitas Hasanudin, Makassar, mempelajari ilmu ini? Yusran berpendapat pengetahuan pertaniannya sekarang jauh lebih baik setelah kuliah di jurusan Pertanian dan menurutnya pertanian Indonesia mulai membaik setelah sebelumnya sempat merosot setelah mencapai puncak swasembada pangan.
Ahli pangan Bagaimana dengan pengalaman ilmuwan yang bergelut di bidang pertanian? Dr Bambang S. Purwoko adalah salah satu peneliti ilmu pertanian dari Insitut Pertanian Bogor, IPB. Dia mengatakan sekarang banyak tersedia varitas padi yang unggul maupun hibrida. Namun kelemahannya sampai sekarang adalah menemukan jenis padi yang tahan terhadap hama dan penyakit.
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||