BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 16 Maret, 2009 - Published 14:33 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Produksi dan Permintaan
 

 
 
Hamparan sawah di perbatasan Bekasi-Karawang
Hamparan sawah di perbatasan Bekasi-Karawang
Pakar agronomi Institut Pertanian Bogor, Rudi Purwanto, mengatakan setiap orang Indonesia membutuhkan rata-rata 130 kilogram beras per tahun.

Angka ini membuat rakyat Indonesia merupakan konsumen beras terbesar di dunia.

Meski produktivitas lahan pertanian Indonesia tinggi namun dengan besarnya konsumsi Rudi khawatir produksi pangan, khususnya beras, tetap tidak akan mencukupi.

"Produktivitas per satuan luas kita tinggi, tetapi total produksi dibagi dengan penduduknya, karena terlalu banyak penduduk Indonesia dan terlalu banyak yang makan, luas lahan kita kurang," kata Rudi Purwanto.

Soal penyusutan lahan, Ketua Kelompok Tani Desa Hegarmanah, Cikarang Timur, Entang Permana, mengatakan selama ini para petani desanya mati-matian menjaga lahan sawah mereka dari upaya pengalihan fungsi lahan.

Desa di sekelilingnya telah banyak dirambah untuk pembangunan perumahan, tetapi menurut Entang, warga desanya menolak pembangunan seperti itu.

Dengan penyusutan pertanian setiap tahun, maka sebagian kebutuhan komoditi pangan Indonesia, kini harus bergantung pada produk impor seperti dikatakan oleh Sekretaris Jendral Himpunan Kerukunan Tani Indonesia, Rahmat Pambudi.

"Ya beras kita sudah tidak mengimpor, tapi daging kita rata-rata masih mengimpor lebih dari 400.000 ekor, daging di atas 50.000 ton," jelas Rahmat.

Contoh lain, lanjut Rahmat, hingga tahun lalu Indonesia baru mampu menghasilkan sekitar 600 ribu ton kedelai.

Padahal Indonesia membutuhkan sedikitnya 2.000.000 ton per tahun sehingga setiap tahun lebih dari 1.500.000 ton kedelai diimpor setiap tahunnya.

Untuk kurangnya produk kedelai, Menteri Pertanian Anton Apriantono tidak menampik. Namun, untuk produk pangan lainnya Anton mengatakan terus meningkat setiap tahun.

Bahkan, lanjut Anton, tahun lalu sektor pertanian menjadi penyumbang angka pertumbuhan peerekonomian terbesar di Indonesia.

Pakar agronomi IPB Rudi Purwanto mengatakan pembukaan lahan pertanian baru memang menjadi satu-satunya pilihan. Namun, upaya ini bukan tidak menimbulkan masalah lagi.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy