BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 06 Juli, 2008 - Published 18:03 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Cita-cita dosen buta aksara
 

 
 
Marsius sedang mengajar praktek musik Batak Toba di USU
Marsius sedang mengajar praktek musik Batak Toba di USU
Seorang dosen musik tradisional Batak Toba yang tidak paham membaca dan menulis, berkeinginan untuk mendirikan sanggar seni sebagai upaya untuk melestarikan musik asli tanah kelahirannya.

"Sayang sekali nanti tak ada lagi anak-anak yang mengetahui tradisi ini. Saya coba mengajari anak-anak di kampung sekali seminggu, tapi tidak ada gairahnya," kata Marsius Sitohang kepada BBC Siaran Indonesia.

Pak Marsius, yang hanya sempat mengenyam pendidikan hingga kelas 2 Sekolah Dasar di Pulau Samosir, kini mengajar musik tradisional Batak Toba, di jurusan Etnomusikologi, Universitas Sumatra Utara.

Dia mengaku merasa sedih karena generasi muda tidak lagi menekuni musik tradisional Batak Toba, yang biasa digunakan untuk mengiringi suara maupun tarian pada acara-acara keagamaan, upacara adat dan hiburan.

 Sayang sekali nanti tak ada lagi anak-anak yang mengetahui tradisi ini
 
Marsius Sihotang

Oleh karena, begitu ada tawaran untuk menjadi dosen luar biasa, Marsius menyanggupi tawaran itu, meski dia tidak bisa membaca dan menulis.

"Mahasiswa di sini tidak sombong dan mereka pengertian atas kondisi saya," tambah Marsius.

Tawaran untuk menjadi dosen tersebut muncul setelah Marsius menampilkan beberapa lagu untuk mengisi sebuah seminar di Medan pada tahun 1985.

Kisah Marsius Sitohang telah diudarakan dalam acara Tokoh BBC Siaran Indonesia, Minggu, 27 Juli 2008, siaran pukul 05.30 WIB.

Versi panjang Tokoh BBC Siaran Indonesia dengan tamu dosen luar biasa, Marsius Sitohang, bisa anda ikuti Senin, 28 Juli 2008, pukul 06.00 WIB melalui sejumlah radio FM mitra BBC.

Pinjam suling

Marsius Sitohang lahir dari kalangan keluarga pemain opera tradisional Batak yang sering bepergian ke luar kota.

MARSIUS SITOHANG
Marsius ketika wawancara dengan Rohmatin Bonasir
Lahir, 1 April 1953, di Kampung Talipi, Samosir
Putus sekolah saat kelas 2 SD
Umur 10 tahun bergabung dengan grup opera
Menarik becak selama satu tahun
Dosen USU mulai tahun 1985

Ayahnya menugaskan Marsius kecil untuk menggembali kerbau di kampungnya, Talipi, Samosir.

Pada saat menggembala kerbau, dia meminjam suling, salah satu alat musik tradisional Batak Toba.

"Aku dengar ada orang yang memakai suling, kok enak suaranya. Tolonglah aku pakai dulu. Lalu aku tiup-tiuplah seruling itu," tutur Marsius tentang awal mula dia menekuni musik tradisional terutama suling.

Dengan bekal kemahiran meniup sulim - seruling tradisional Batak, Marsius Sitohang telah mengunjungi beberapa negara di benua Asia, Eropa, dan Amerika di sela-sela tugasnya menjadi staff pengajar di USU, Medan.

Dia juga beberapa kali dipercaya menggarap musik untuk pertunjukan opera Batak.

Komentar pendengar

Tokoh BBC dengan tamu Marsius Sitohang ini mengundang komentar pendengar. Namun karena keterbatasan ruang, kami tidak bisa memuat semua email yang masuk.

Nimrod Sitohang, Batam:
"Saya salut buat dedikasi Pak Marsius untuk musik tradisional Batak. Semoga generasi muda Batak banyak yang peduli dengan alat musik Batak. Horas".

Johansen Silalahi, Jakarta:
"Saya salah satu orang Batak yang prihatin menyaksikan hilangnya uning-uningan atau musik tradisional yang dibawakan group opera".

Murin, Jakarta:
"Luar biasa sekali, saya sangat kagum dengan prestasinya, tapi saran saya akan lebih sempurna lagi kalau Pak Marsius belajar membaca dan menulis sehingga wawasannya akan lebih luas lagi untuk bekal mengajar".

Wihel, Lampung:
Saya salut sama Pak Marsius mencintai budaya asliBbatak dan melestarikannya".

 
 
Nama
Kota/Negara
Email
Komentar anda
 
  
BBC mungkin mengedit komentar anda dan tidak menjamin semua akan diterbitkan
 
Logo tokoh Bincang tokoh
Acara berbicara fakta, argumentasi dan kisah tokoh.
 
 
 BJ Habibie Tokoh Juni
B.J. Habibie tidak puas dengan proses demokratisasi
 
 
Mahathir Mohamad Tokoh Mei
Mahathir Mohamad prihatin soal masa depan Malaysia
 
 
Istri mendiang aktivis HAM Munir, Suciwati di studio BBC Tokoh Agustus
Suciwati bicara soal kematian misterius suaminya, Munir
 
 
Antasari Azhar Tokoh Desember
Ketua baru KPK Antasari Azhar berbicara strategi
 
 
kapolda Tokoh Juni
Brigjen Rumiah janji tak akan kecewakan polwan
 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy