http://www.bbc.com/indonesian/

16 Juni, 2008 - Published 11:35 GMT

Asep Setiawan
Produser BBC Siaran Indonesia

Batas muatan sering dikesampingkan

Seorang pengajar teknik perkapalan di Surabaya menengarai masih banyak kelemahan dalam pengawasan kapal laut.

Sinyalemen itu muncul sementara ada pertanyaan soal apakah tingkat ada perhatian terhadap aspek keselamatan dalam produksi dan perawatan kapal.

PT PAL merupakan salah satu perusahaan yang membangun dan juga memberikan jasa perawatan kapal.

Banyak kapal angkut yang beroperasi di Indonesia dibuat di berbagai galangan kapal yang tersebar di seantero Nusantara.

Silakan dengar versi audio serial angkutan bagian 3

Bahkan mereka juga merawat dengan standar yang disebut-sebut "tidak menyeluruh" seperti dalam kasus tenggelamnya kapal Levina.

Sejumlah penumpang kapal yang saya temui di Pelabuhan Perak Surabaya mengaku, pasrah saja dengan keselamatan selama dalam perjalanan.

'Pengawasan kurang'

Sebagian isu yang sering disorot berkaitan standar keselamatan angkutan kapal laut adalah kemampuan nakhoda dalam menjalankan tugas.

Selain, faktor penting lain adalah ketentuan muatan kapal yang sering dikesampingkan akibat kurangnya pengawasan, kata pakar transportasi dari Yogyakarta Agus Taufik Mulyono.

Namun kalangan pengusaha kapal membantah tidak memperhatikan aspek keselamatan penumpang. Bambang Harjo adalah Direktur armada pelayaran Lautan Utama Darma Putra menyebut justru pihak pengelola pelabuhanlah yang tidak waspada seperti dalam kasus kebakaran Kapal Levina.

Sebaliknya Administratur Pelabuhan Tanjung Perak Sri Untung menganggap operator kapal seharusnya melaporkan isi muatannya.

Walhasil, tampaknya aspek pengawasan barang yang masuk ke kapal, kelaikan kapal, kualitas nakhoda masih akan menjadi masalah. Dan, sebelum semua ditangani secara seksama, risiko kecelakaan di jalur transportasi laut tentu masih tinggi.