|
 |
|
| Angkutan sungai menjadi sarana transportasi utama di Kalimantan |
Angkutan Sungai masih digunakan di sejumlah tempat khususnya di Kalimantan.
Angkutan tradisional ini menyambungkan berbagai kota dan desa termasuk untuk kegiatan perdagangan.
Angkutan Sungai seperti di Kalimantan Selatan dan beberapa provinsi di Indonesia masih memegang peranan penting.
Seperti Sungai Martapura di tengah kota Banjarmasin terhubung dengan Sungai Barito yang panjangnya sekitar 900km dan Sungai
Kapuas.
Bambang Harjo, Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah Angkutan Sungai dan Penyebaran Jawa Timur mengakui tingginya penggunaan angkutan
sungai ini.
Benarkah sama sekali perhatian akan aspek keselamatan penumpang ini tidak ada? Pejabat Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya
di Banjarmasin, Guru Samudra yang juga mengatur angkutan sungai membantah, pemerintah mengabaikan keselamatan perjalanan angkutan
sungai.
Tidak mudah
Namun demikian meskipun aturan itu ada, seperti dirancang dalam peraturan daerah di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dalam
kenyataannya banyak yang belum dilaksanakan.
 |
|
| Banyak ketentuan dikeluarkan untuk mengatur angkutan sungai |
Salah seorang pemilik kapal di Banjarmasin, Haris, mengakui tidak mudah mengikuti semua peraturan itu karena memerlukan biaya
tidak sedikit
Meskipun saya lihat sendiri memang ada pelampung dan peralatan keselamatan di perahu yang saya naiki di Banjarmasin, penumpang
yang tinggal di pedalaman merasakan sudah cukup kondisi itu, antara lain juga karena angkutan sungai murah.
Tampaknya angkutan sungai di Indonesia masih tetap diandalkan masyarakat seperti disebutkan beberapa warga di Banjarmasin,
meski demikian pengawasan terhadap keselamatan penumpang masih belum seketat yang seharusnya.
|