BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 29 November, 2009 - Published 14:31 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Parlemen Iran jauhi IAEA
 
Qom
Instalasi nuklir Qom baru diketahui September lalu
Parlemen Iran menyeru kepada pemerintahan Presiden Mahmoud Ahmadinejad untuk mengurangi kerjasamanya dengan badan pengawas nuklir PBB, IAEA.

Seruan itu keluar dua hari setelah IAEA mengecam Iran karena menutup-nutupi situs pengayaan uranium di Qom.

Keberadaan situs tersebut baru diketahui September lalu.

Iran mengatakan program nuklir mereka untuk tujuan damai tetapi Amerika menyebut Iran sedang membangun senjata nuklir.

Penemuan situs pengayaan uranium itu semakin membuat Barat khawatir akan ambisi nuklir negara itu.

Resolusi IAEA yang mengecam Iran lolos dengan dukungan Rusia dan Cina. Padahal kedua negara itu biasanya membela Iran. Hanya Kuba, Venezuela, dan Malaysia menolaknya.

Wartawan BBC di Teheran, John Leyne, mengatakan tidak kaget melihat sikap melawan Iran dalam krisis program nuklir ini.

Ketua parlemen Ali Larijani mengatakan resolusi itu menunjukkan Amerika Serikat dan negara adi daya lain terlibat dalam permainan politik kuno dan mencari-cari alasan untuk memaksakan kehendak mereka.

 Bangsa Iran paham sepenuhnya tanpa keraguan bahwa program nuklir Iran dari segi hukum tidak punya cacat sama sekali
 
Parlemen Iran

Larijani yang sebelumnya menjadi ketua juru runding nuklir Iran mengatakan: ''Jangan memaksa parlemen dan rakyat Iran memilih jalan lain dan mengurangi habis-habisan kerjasamanya dengan IAEA.''

Televisi Iran menyebut 226 dari 290 anggota parlemen menandatangani surat yang memerintahkan pemerintah untuk membuat rencana sesegera mungkin guna mengurangi kerjasamanya dengan IAEA.

Standar ganda

Pemerintahan Ahmadinejad sejauh ini belum memberi tanggapan yang jelas.

Tetapi wartawan kami menyebut langkah para wakil rakyat itu menunjukkan betapa dari dalam negeri presiden mendapat tekanan berat untuk tidak berkompromi bahkan ketika ia ingin melakukannya.

Di ujung perselisihan mengenai hasil pemilihan umum kepresidenannya, pemerintahannya berada pada posisi yang semakin rentan oleh tekanan kalangan garis keras di dalam negeri, demikian tambah wartawan BBC.

Dalam sebuah pernyataan, anggota parlemen Iran mengecam resolusi IAEA, dengan menyebutnya terpolitisir dan tidak cukup utuh.

Mereka juga menuntut program nuklir Iran terus dilanjutkan tanpa penundaan sama sekali.

''Kami menganggap tindak tanduk IAEA politis dan berstandar ganda. Kami ingin agar mereka meninggalkan sikap standar ganda yang telah mencoreng organisasi itu,'' kata mereka.

''Anggota parlemen Iran paham sepenuhnya bahwa keinginan negera-negara adi daya seperti Amerika dan Inggris ada di belakang resolusi ini.''

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy