BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 26 November, 2009 - Published 05:33 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Pembantaian di Filipina
 
Philippines Victims
Duka menyelimuti keluarga korban
Andal Ampatuan Jr, kepala suku yang berpengaruh yang diduga terlibat dalam pembunuhan 57 orang telah ditangkap, demikian penjelasan kepolisian Filipina.

Sebelumnya, pasukan keamanan merazia kota di Mindanao Selatan yang selama ini dikuasai oleh keluarga Ampatuan.

Pembantaian itu berlangsung Senin (23/11/09) saat saingan politiknya tengah melintas dengan sejumlah kendaraan.

Kelompok ini, yang terlibat dalam pelaksanaan pemilu 2010 kemudian dibawa ke sebuah bukit terpencil, ditembak dalam jarak dekat dan mayatnya dikubur di tanah dangkal.

Dibawa helikopter

Menteri Dalam Negeri Ronaldo Puno mengatakan Ampatuan Jr dibawa dengan menggunakan helikopter dari kampung halamannya di Provinsi Maguindanao pada Kamis pagi ke ibukota Manila untuk dilakukan pemeriksaan.

Polisi dilaporkan telah melumpuhkan sekitar 200 anggota pasukan milisi pimpinan Ampatuan Jr yang juga merupakan Walikota di Maguindanao, dan menahan sejumlah orang lainnya.

Meskipun sejumlah anggota keluarga Ampatuan dikenal sebagai sekutu Presiden Gloria Arroyo, tapi mereka sudah dinyatakan dikeluarkan dari partainya sejak peristiwa pembunuhan tersebut.

Presiden Arroyo, yang sebelumnya mengumumkan hari berkabung nasional, menjanjikan kalau para pembunuh itu tidak akan lolos dari pengadilan.

Laporan BBC di Manila menyebut, keluarga Ampatuan selama ini memang memiliki perseteruan abadi dengan Mangudadatu, keluarga saingannya yang ingin menantang mereka dalam Pemilu nasional maupun lokal.

Diantara korban yang meninggal terdapat istri Mangudadatu, dua saudara perempuan dan sejumlah pendukung setianya, termasuk diantaranya adalah 13 orang wartawan yang akan meliput pendaftaran Mangudadatu di pemilihan lokal.

Pengamat mengatakan keluarga Ampatuan telah memerintah kota Maguindanao selama puluhan tahun.

Andal Ampatuan Snr pernah menjabat sebagai anggota Kongres Filipina dan memenangi pemilihan Gubernur di Maguindanao dan berkuasa tanpa ada saingan untuk beberapa periode.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy