BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 22 November, 2009 - Published 15:37 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Mantan wapres Iran dihukum
 
Abtahi adalah salah satu tokoh reformis paling terkenal yang sudah dihukum
Abtahi adalah salah satu tokoh reformis paling terkenal yang sudah dihukum
Mantan wakil presiden Iran dibebaskan dengan jaminan setelah dinyatakan bersalah menyulut kerusuhan setelah pemilihan presiden Juni lalu.

Berbagai laporan menyebutkan bahwa mantan tokoh reformasi iran, Ali Abtahi sebelumnya dijatuhi hukuman penjara enam tahun.

Sekitar 80 orang dijatuhi hukuman penjara, dan lima mendapatkan hukuman mati
menyusul kemenangan Presiden Mahmoud Ahmadinejad yang dipertikaikan.

Pemimpin oposisi Mir Hossein Mousavi telah meminta pemerintah untuk menahan diri.

"Pemerintah tidak boleh mengintimidasi masyarakat untuk mengubah nasib mereka," kata Mousavi seperti dikutip di situs Kaleme.

Mousavi, yang merupakan calon penantang utama dalam pemilihan presiden, berjanji melanjutkan perjuangan menentang apa yang disebutnya pemilu yang curang.

"Gerakan ini akan terus berlanjut, dan kami siap membayar resikonya," kata Mousavi.

Pengakuan dipaksa?

Menurut kantor berita Iran Irna hari Minggu, Abtahi dibebaskan sementara dengan jaminan 425 ribu dolar AS.

Menurut peraturan hukum Iran, mereka yang dijatuhi hukuman lebih dari tiga bulan boleh dibebaskan dengan jaminan sambil menunggu proses banding.

Pengacara Abtahi mengatakan kliennya - yang menjadi wakil presiden di bawah Presiden Mohammad Khatami dari tahun 1997-2005 - memiliki waktu 20 hari mengajukan banding atas hukuman tersebut.

"Abtahi dihukum enam tahun penjara karena bertindak bertentangan dengan keamanan nasional, dan melakukan tindakan propaganda," kata Iran mengutip sumber di pengadilan.

Abtahi sudah berada dalam tahanan sejak ditangkap tidak lama setelah pemilu 12 Juni.

Abtahi disidangkan bersama beberapa tokoh reformis. Dia mengatakan bahwa protes berkenaan dengan hasi pemilu dimaksudkan untuk menciptakan revolusi ungun, merujuk pada jatuhnya Komunis di Cekoslovakia di tahun 1989.

Abtahi juga muncul di televisi mengakui mengorganisir kerusuhan, namun keluarganya mengatakan pernyataan itu dikeluarkan di bawah tekanan.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy