BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 22 November, 2009 - Published 11:07 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Korban tambang Cina bertambah
 
Banyak tambang batu bara di Cina kadang mengabaikan faktor keamanan
Banyak tambang batu bara di Cina kadang mengabaikan faktor keamanan
Sedikitnya 87 orang tewas dalam kecelakaan di tambang batu bara terburuk di Cina dalam dua tahun terakhir.

Menurut laporan media lokal Cina, masih ada 21 penambang lain yang belum diketahui nasibnya setelah ledakan di tambang Xinxing di kota Hegang di propinsi
Heilongjiang.

Angka korban ini naik dua kali lipat dari sebelumnya yang berjumlah 42 orang tewas.

Menurut kantor berita Xinhua, 528 pekerja sedang berada di dalam tambang bawah tanah tersebut ketika terjadi ledakan hari Sabtu dinihari.

Wakil Perdana Menteri Cina, Zhang Dejiang, telah mengunjungi lokasi kejadian guna memimpin upaya penyelamatan di tambang resmi milik pemerintah ini.

Menurut Xinhua, Presiden Hu Jintao dan Perdana Menteri Wen Jiabao juga berkomunikasi dengan petugas penyelamat.

Banyak kondisi pertambangan di Cina berbahaya.

Pemerintah pusat sudah berusaha keras untuk meningkatkan keamanan, namun peraturan yang ada sering diabaikan dengan pemiliknya berusaha mengeruk keuntungan sebesar mungkin.

Ledakan di tambang ini, di daerah perbatasan dengan Rusia, terjadi pukul 02.30 Sabtu dinihari. Lebih dari 400 orang berhasil menyelamatkan diri.

Sebagian besar yang terluka sekarang dirawat di rumah sakit Hegang, dimana 800 karyawan rumah sakit tersebut sekarang ikut dalam operasi bantuan.

Seorang petugas penyelamat Zhang Fucheng yang dikutip oleh kantor berita Reuters mengatakan usaha pencarian terhadap 21 penambang yang masih terjebak, mengalami kesulitan karena gas yang menyelimuti tambang serta terowongan yang ambruk.

Namun juru bicara perusahaan tambang itu, San Jingguang mengatakan dia yakin para penambang ini masih hidup dan menyelamatkan mereka merupakan prioritas pertama.

Ledakan gas

Menurut wartawan BBC Michael Bristow di Beijing, sebab ledakan diperkirakan karena tingginya tekanan gas di dalam tambang tersebut.

Salah seorang pekerja yang selama, Wang Xingang mengatakan ledakan itu membuat dia langsung pingsan.

"Ketika saya sadar, saya menyelamatkan diri mencari jalan dalam kegelapan," kata Wang seperti dikutip Xinhua.

Tambang ini dioperasikan oleh perusahaan milik negara Heilongjiang Longmei dan memiliki kapasitas 1.45 juta ton setiap tahunnnya.

Menurut wartawan BBC, pihak berwenang tampaknya akan kawatir karena kecelakaan ini terjadi di tambak milik pemerintah.

Kecelakan biasanya terjadi di tambang-tambang kecil milik swasta dimana masalah keamanan tidak mendapatkan banyak perhatian.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy