BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 21 November, 2009 - Published 09:13 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Pengungsi Tamil 'bebas' keluar
 
Perkampungan pengungsi di Sri Lanka
Sekitar 130 ribu pengungsi Tamil masih 'ditahan'
Pemerintah Sri Lanka mengatakan orang-orang yang tinggal di perkampungan khusus sejak berakhirnya konflik dengan pemberontak Macan Tamil, akan diperbolehkan meninggalkan tempat itu bulan depan.

Perkampungan khusus itu didirikan di Sri Lanka Utara untuk menampung orang-orang Tamil yang mengungsi dari perang saudara yang berakhir Mei lalu dan masih menampung sekitar 130 ribu orang.

Seorang pembantu presiden juga memastikan bahwa ada janji untuk menutup fasilitas ini.

Sri Lanka mendapat kecaman internasional karena menahan orang-orang di perkampungan itu secara paksa.

Pembantu khusus presiden Mahinda Rajapaksa yaitu saudara laki-lakinya Basil, mengumumkan hal ini selama kunjungannya perkampungan pengungsi terbesar, Pertanian Menik.

Berpidato di depan sekelompok pengungsi, dia mengatakan mulai dari 1 Desember tempat-tempat penampungan ini tidak lagi tertutup dan para pengungsi akan bebas mengunjungi kerabat dan sahabat-sahabat mereka.

Dia juga mengulangi kembali janji pemerintah untuk menempatkan kembali para pengungsi akhir bulan Januari nanti.

Tidak boleh keluar

Perkampungan-perkampungan pengungsi ini dibangun secara terburu-buru ketika pihak militer melumpuhkan perlawanan pemberontak Macan Tamil yang sudah berlangsung selama 25 tahun, awal tahun ini.

Para pengungsi itu ditahan di perkampungan ini sementara diperiksa, apakah punya hubungan dengan para pemberontak atau tidak. Sementara itu wilayah Sri Lanka Utara dibersihkan dari ranjau-ranjau darat.

Perkampungan pengungsi yang dikelilingi pagar kawat berduri ini dijalankan oleh militer dan banyak pengungsi mengeluh kondisi kebersihan dan makanan yang buruk.

PBB, diplomat dari berbagai negara serta lembaga-lembaga bantuan mengeluhkan sistem pemeriksaan yang tidak transparan.

Wartawan BBC di Kolombo, Charles Haviland mengatakan pemerintah Sri Lanka cukup menanggapi kecaman ini dan dalam waktu sebulan belakangan mempercepat pembebebasan para pengungsi dari perkampungan-perkampungan itu.

Awal minggu ini, Ketua urusan kemanusiaan PBB, John Holmes membenarkan bahwa lebih dari setengah pengungsi warga Tamil yang ditahan di berbagai perkampungan itu sekarang sudah meninggalkan tempat itu.

Bulan Mei lalu, militer Sri Lanka mengalahkan pemberontak Macan Tamil yang sejak pertengahan tahun 1970-an berjuang memisahkan diri dari negara pulau yang mayoritas penduduknya etnis Sinhala.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy