BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 14 November, 2009 - Published 20:49 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Kesepakatan perubahan iklim
 
Amazon
Brasil mengurangi emisi dengan mempertahankan hutan Amazon
Brasil dan Prancis menyepakati posisi bersama dalam memerangi perubahan iklim sebelum konperensi PBB bulan depan.

Kedua negara ini sepakat mengejar target mengurangi emisi negara-negara maju hingga 50 persen dari tingkat tahun 1990 pada tahun 2050.

Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva mengumumkan langkah ini di Paris.

Kesepakatan ini dicapai satu hari setelah Inggris menyatakan besar kemungkinan traktat iklim yang mengikat tidak akan tercapai tahun ini.

Konperensi iklim, yang diselenggarakan di Kopenhagen dari tanggal 7 sampai 18 Desember, bertujuan membuat pengganti traktat Kyoto yang membatasi emisi karbon yang disepakati tahun 1997.

Namun Menteri urusan Perubahan Iklim Inggris Ed Miliband mengatakan kesepakatan yang dicapai dalam konperensi di Kopenhagen nanti hanyalah satu kesepakatan politik.

Perundingan yang terjadi sejauh ini diliputi oleh perbedaan pendapat antara negara kaya dan berkembang, terutama mengenai pihak yang akan membiayai kesepakatan iklim baru.

Minggu lalu, para menteri keuangan kelompok G20 mengatakan mereka "mengakui perlunya meningkatkan skala dan perkiraan keuangan dalam jumlah besar" dan "bahwa masalah dana akan menjadi sektor terpenting dalam mewujudkan kesepakatan yang dicapai di Kopenhagen".

Namun tidak tercapai satu kesepakatan mengenai ide baru dalam upaya mengumpulkan pendanaan itu maupun dalam pengaturannya.

'Buku suci iklim'

Dalam jumpa pers di Paris, Sarkozy memuji Brasil karena menjadi "negara berkembang pertama yang mengajukan satu usul", dan mendesak negara-negara lain mengikuti langkah itu dalam konperensi Kopenhagen.

Presiden Lula mengatakan dokumen yang ditandatangani bersama Presiden Sarkozy "bukan sekedar deklarasi satu niat, tetapi merupakan buku suci iklim".

Kesepakatan itu dicapai setelah Brasil mengatakan akan mengurangi emisi karbon setidaknya 36% pada tahun 2020.

Kedua presiden mengatakan akan hadir dalam pertemuan puncak itu dan mendesak Amerika Serikat dan Cina untuk mendukung langkah-langkah yang keras.

Kedua pemimpin negara ini juga mengatakan akan mencoba mencari dukungan bagi langkah yang disepakati bersama itu sebelum pertemuan di Kopenhagen.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy