|
Bom kembali guncang Pakistan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Sebuah bom mengguncang markas Badan Intelijen Pakistan di kota Peshawar menewaskan tujuh orang dan melukai 35 orang lainnya.
Ledakan bom itu menghancurkan sebagian besar gedung berlantai tiga milik Badan Intelijen Antar Lembaga (ISI) dan sejumlah
mobil di luar gedung tersebut. Ledakan bom juga terjadi di sebuah kantor polisi di kota Bannu yang mengakibatkan sedikitnya 10 orang terluka. Serangan bom di Pakistan semakin bertambah setelah militer meningkatkan operasinya melawan Taliban di wilayah Waziristan Selatan. Dua pekan lalu sebuah pasar di Peshawar dihantam ledakan bom yang menewaskan lebih dari 100 orang. Hari yang mematikan Ledakan bom di Peshawar kali ini terjadi sekitar pukul 6.30 waktu setempat. Sementara itu kantor berita Reuters melaporkan serangan bom ini merupakan sebuah aksi bom bunuh diri. Kepala pemerintahan setempat Sahib Zada Anis mengatakan sebagian besar korban adalah warga sipil dan mereka yang terluka sudah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Namun pemerintah khawatir masih banyak korban yang terperangkap di bawah reruntuhan. Bukan kali ini saja Gedung ISI menjadi target serangan bom. Bulan Mei lalu 24 gedung ISI di Lahore juga menjadi sasaran serangan bom dan saat itu menewaskan 24 orang. Di tempat terpisah, kantor polisi Bakakhel di kota Bannu di Provinsi Perbatasan Barat Laut Pakistan. Kota Bannu berlokasi dekat dengan kawasan Waziristan Utara yang merupakan basis kuat Taliban. Media lokal Pakistan melaporkan ledakan bom di Bannu ini melukai 10 orang. Serangan terbaru ini terjadi hanya sehari setelah 17 prajurit Pakistan tewas dalam sebuah pertempuran di Waziristan Selatan. Kejadian itu merupakan hari paling mematikan bagi militer sejak meluncurkan serangan besar-besaran pertengahan Oktober lalu. Para pengamat mengatakan warga sipil kini menjadi sasaran karena kelompok militan semakin terpojok dan tertekan akibat operasi milter Pakistan. Meski korban jiwa terus berjatuhan, Perdana Menteri Pakistan Yusuf Raza Gilani mengatakan pemerintah tetap pada komitmen untuk melanjutkan operasi militer di Waziristan untuk menghancurkan kelompok teroris hingga ke akar-akarnya. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||