BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 13 November, 2009 - Published 04:39 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Bom kembali guncang Pakistan
 
Kantor Intelijen Pakistan
Kantor Intelijen Pakistan kembali menjadi sasaran serangan bom
Sebuah bom mengguncang markas Badan Intelijen Pakistan di kota Peshawar menewaskan tujuh orang dan melukai 35 orang lainnya.

Ledakan bom itu menghancurkan sebagian besar gedung berlantai tiga milik Badan Intelijen Antar Lembaga (ISI) dan sejumlah mobil di luar gedung tersebut.
Kawasan ini memang kerap menjadi sasaran kelompok militan dalam beberapa pekan terakhir ini.

Ledakan bom juga terjadi di sebuah kantor polisi di kota Bannu yang mengakibatkan sedikitnya 10 orang terluka.

Serangan bom di Pakistan semakin bertambah setelah militer meningkatkan operasinya melawan Taliban di wilayah Waziristan Selatan.

Dua pekan lalu sebuah pasar di Peshawar dihantam ledakan bom yang menewaskan lebih dari 100 orang.

Hari yang mematikan

Ledakan bom di Peshawar kali ini terjadi sekitar pukul 6.30 waktu setempat. Sementara itu kantor berita Reuters melaporkan serangan bom ini merupakan sebuah aksi bom bunuh diri.

Kepala pemerintahan setempat Sahib Zada Anis mengatakan sebagian besar korban adalah warga sipil dan mereka yang terluka sudah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Namun pemerintah khawatir masih banyak korban yang terperangkap di bawah reruntuhan.

Bukan kali ini saja Gedung ISI menjadi target serangan bom. Bulan Mei lalu 24 gedung ISI di Lahore juga menjadi sasaran serangan bom dan saat itu menewaskan 24 orang.

Di tempat terpisah, kantor polisi Bakakhel di kota Bannu di Provinsi Perbatasan Barat Laut Pakistan. Kota Bannu berlokasi dekat dengan kawasan Waziristan Utara yang merupakan basis kuat Taliban. Media lokal Pakistan melaporkan ledakan bom di Bannu ini melukai 10 orang.

Serangan terbaru ini terjadi hanya sehari setelah 17 prajurit Pakistan tewas dalam sebuah pertempuran di Waziristan Selatan. Kejadian itu merupakan hari paling mematikan bagi militer sejak meluncurkan serangan besar-besaran pertengahan Oktober lalu.

Para pengamat mengatakan warga sipil kini menjadi sasaran karena kelompok militan semakin terpojok dan tertekan akibat operasi milter Pakistan.

Meski korban jiwa terus berjatuhan, Perdana Menteri Pakistan Yusuf Raza Gilani mengatakan pemerintah tetap pada komitmen untuk melanjutkan operasi militer di Waziristan untuk menghancurkan kelompok teroris hingga ke akar-akarnya.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy