BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 12 November, 2009 - Published 13:13 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Medvedev usul reformasi
 
Dmitry Medvedev
Presiden Medvedev mencanangkan reformasi ekonomi Rusia
Presiden Rusia Dmitry Medvedev menyerukan reformasi ekonomi mendalam dalam pidato nasional tahunan.

Dia mengatakan model Uni Soviet tidak lagi bisa diterapkan dan masa depan Rusia tergantung pada modernisasi cepat berdasarkan institusi demokrasi.

Perekonomian berdasarkan minyak dan gas harus diperbaiki melalui investasi teknologi tinggi.

Perusahaan-perusahaan negara yang tidak efisien harus diubah dan masalah akuntabilitas serta transparansi harus segera diatasi, ujarnya.

"Kita akan menciptakan perekonomian yang cerdik yang menghasilkan pengetahuan unik, barang dan teknologi baru, barang dan teknologiyang berguna bagi warga, bukan lagi menerapkan perekonomian primitif yang bersumber pada sumber alam mentah," ujar Medvedev.

"Kita akan menjadi masyakat yang cerdas, bebas dan bertanggungjawab, bukan lagi masyarakat kuno dimana pemimpin berpikir dan mengambil keputusan bagi rakyat."

Korupsi

Dalam pidato serupa setahun lalu, Medvedev membuat pengumuman kejutan berupa pengerahan rudal ke lokasi dekat wilayah Polandia.

Kali ini fokus pidato adalah mengubah Rusia menjadi negara yang lebih modern dan terbuka dengan meakukan reformasi menyeluruh.

Lebih dari satu juta warga Rusia terancam kehilangan pekerjaan mereka, ujar Medvedev, dan masalah sosial yang mendesak perlu diatasi segera.

"Kita tidak bisa lagi menunggu. Kita harus meluncurkan modernisasi di seluruh sektor industri. Masa depan bangsa kita di dunia modern tergantung pada itu," kata Medvedev.

Dia menambahkan pemerintah harus lebih transparan dan perilaku korupsi harus ditindak.

Perusahaan negara raksasa yang dibentuk oleh pendahulunya, Vladimir Putin, menurut presiden Rusia ini "tidak memiliki masa depan".

"Perusahaan besar yang tidak efisien harus melalui proses kebangkrutan atau ditutup," ujarnya. "Kami tidak akan terus menerus melindungi mereka."

Medvedev berjanji memperkuat institusi demokrasi namun memperingatkan upaya mengganggu stabilitas nasional berkedok "slogan demokrasi" akan dihentikan.

"Kebebasan berarti tanggung jawab dan saya berharap semua orang mengerti ini," tambahnya.

Isi pidato Medvedev

  • Permintaan "landasan bersama yang bisa dipercaya" untuk memperkuat keamanan Eropa dengan mengatakan badan seperti itu bisa mencegah perang dengan Georgia.
  • Dan dia menjanjikan kebijakan luar negeri yang pragmatis yang bertujuan meningkatkan standar kehidupan warga Rusia
  • Menggambarkan situasi di Kaukasus Utara sebagai masalah dalam negeri Rusia paling serius dan bertekad memerangai "kejahatan terorisme" di wilayah itu
  • Mengusulkan agar zona waktu di Rusia - yang kini berjumlah 11- dikurangi.

Dibawah bayang-bayang Putin

Wartawan BBC di Moskow mengatakan presiden Rusia ini memberi penilaian yang suram atas situasi yang terjadi saat ini dan mengeluarkan isyarat untuk perubahan.

Dalam pidato itu tersirat kritik keras terhadap Putinyang kini menjadi Perdana Menteri.

Dmitry Medvedev bertekad untuk membuktikan bahwa dia independen dan memiliki identitas sendiri sebagai pemimpin politik, bukan sekedar bayang-bayang Putin.

Namun pertanyaan yang muncul adalah apakah presiden Rusia ini bisa mewujudkan janji-janjinya itu dan menciptakan reformasi politik dan ekonomi yang cukp besar.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy