BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 11 November, 2009 - Published 03:44 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Duka Obama di tragedi Fort Hood
 
Obama
Obama memberi penghormatan bagi korban tewas di Fort Hood
Presiden Barack Obama, mengatakan tidak ada satu keyakinan apapun yang membolehkan penembakan yang menewaskan 13 orang di pangkalan militer AS di Texas pekan lalu.

ucapan Obama disampaikan dalam sebuah pidato upacara peringatan bagi korban penembakan di pangkalan Fort Hood, setelah dia bertemu para keluarga korban.

Di depan upacara peringatan di pangkalan militer Fort Hood di Texas, Obama mengatakan, bahwa Amerika Serikat jangan melupakan 13 pria dan wanita yang tewas dalam insiden penembakan pekan lalu.

Ia mengatakan tidak ada kepercayaan agama yang bisa membenarkan penembakan tersebut.

''Mungkin sulit memahami logika sinting yang mengarah ke tragedi ini. Tapi, sejauh yang kita ketahui, tidak ada agama yang memebenarkan tindakan pembantaian dan membabi buta ini''., kata Obama.

Obama menunjukkan penghormatan kepada mereka yang tidak bisa, seperti dikatakannya sendiri, menghindarkan kengerian perang, bahkan di dalam rumah mereka sendiri.

Para pejabat Federal sedang menyelidiki kemungkinan adanya kaitan antara mayor Nidal Hassan, psikiater militer yang dituduh melancarkan pembunuhan tersebut, dengan seorang ulama Islam radikal yang sekarang tinggal di Yaman.

Mayor Amerika tembak 13 orang

Seorang tentara Amerika Serikat berpangkat mayor menembak rekan sendiri di pangkalan militer Fort Hood di Texas menewaskan sedikitnya 13 orang dan melukai 30 lainnya.

Bob Cone
Letjen Bob Cone mengatakan tersangka masih hidup

Komandan pangkalan Letnan Jenderal Bob Cone mengatakan pria bersenjata itu tidak mati namun dalam tahanan.

Dua tersangka lainnya diperiksa namun pihak militer menyatakan hanya satu pria bersenjata yang terlibat insiden.

Cone mengatakan, motif penembakan itu tidak diketahui.

Salah seorang yang meninggal adalah polisi sedangkan lainnya tentara.

Presiden Barack Obama melukiskannya sebagai "tindakan kekerasan yang mengerikan".

Sebelas orang semula dilaporkan tewas namun seorang yang terluka kemudian meninggal sehingga jumlahnya mencapai 12 orang.

Psikiater

Pria bersenjata itu adalah Mayor Nidal Malik Hasan.

Dia sekarang terluka setelah ditembak beberapa kali namun dalam kondisi stabil di tahanan.

"Nyawanya tidak terancam," kata Letjen Cone.

Mayor Hasan dilaporkan sebagai seorang psikiater militer berusia akhir 30-an atau awal 40-an dan akan dikirim dalam sebuah misi ke Irak.

Maj Hasan
Tersangka akan segera dikirim ke Irak

Presiden Obama mengatakan Gedung Putih bekerja sama dengan Pentagon, FBI dan Departemen Keamanan Dalam Negeri untuk menjamin pangkalan Fort Hood aman.

Fort Hood, dekat kota Killeen adalah pangkalan terbesar Amerika di dunia.

Pangkalan yang menampung 40.000 tentara ini terletak antara Austin dan Waco sekitar 100 kilometer dari kedua kota.

Letjen Cone menjelaskan penembakan dimulai sekitar pukul 13.30 waktu setempat di pusat personalia dan kesehatan di Fort Hood di mana tentara bersiap untuk dikirim untuk pemeriksaan terakhir kesehatan.

Ia menjelaskan tersangka memiliki dua senjata salah satunya senjata semi otomatis yang "mungkin menjelaskan tingkat penembakan".

Letjen Cone mengatakan dua tersangka lain dicegat di fasilitas di dekatnya namun saksi mata yang mengatakan kemungkinan terdapat lebih dari satu orang bersenjata, telah dikoreksi.

Seorang tentara di Fort Hood yang tidak mau disebut namanya mengatakan kepada BBC, "Saya mendengar pengumuman keadaan darurat melalui pengeras suara dan melihat orang masuk ke dalam gedung."

Wartawan BBC Adam Brookes di Washington mengatakan kesatuan di Fort Hood termasuk yang akan dikirim ke Irak dan Afghanistan dan sebagian harus pulang dari sana.

Wartawan BBC juga mengatakan pangkalan itu juga berfungsi sebagai tempat untuk menangani stress akibat perang.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy