|
Warga AS dituduh mata-mata
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Tiga warga muda Amerika yang ditahan di Iran karena memasuki wilayah tersebut akan dikenai dakwaan mata-mata.
Demikian dilaporkan oleh kantor berita Iran, IRNA. Shane Bauer, Sarah Shourd dan Joshua Fattal ditahan oleh pihak berwenang Iran Ketiga orang tersebut diperkirakan telah memasuki wilayah Iran, dengan merngira mereka masih berada di wilayah Kurdi Irak. Amerika Serikat sudah menyampaikan keprihatinan mereka atas penahanan tersebut, sementara keluarga mereka sudah menyerukan agar mereka dibebaskan. Minggu lalu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton bertemu dengan keluarga mereka, menjanjikan bahwa Amerika Serikat akan "mengkaji semua sudut" guna memastikan pembebasan mereka. Menurut kantor berita Iran, langkah tersebut diumumkan oleh Jaksa Agung "Ketiganya dikenai tuduhan tindakan mata-mata. Penyelidikan mengenai tiga warga Amerika itu akan terus dilanjutkan," kata Irna mengutip Dolatabadi. Para diplomat Swiss sudah diijinkan bertemu ketiganya, yang berusia antara 20-30-tahunan, akhir September lalu untuk pertama kalinya sejak penahanan mereka. Pemerintah Swiss menjadi wakil kepentingan AS di Iran, karena Amerika tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Iran. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||