|
Sembilan dieksekusi di Cina
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Pihak berwenang Cina telah mengeksekusi sembilan orang yang terlibat kerusuhan antar etnis di Xinjiang.
Hampir 200 orang tewas dalam kerusuhan antara suku Uighur dan Han Cina di ibukota Xinjiang Urumqi bulan Juli lalu. Kantor berita milik pemerintah Cina, China News Service, melaporkan bahwa Laporan ini tidak menyebut asal suku kesembilan orang yang dieksekusi mati itu. Namun jika langkah eksekusi mati ini sesuai dengan berbagai pernyataan pemerintah daerah Xinjiang sebelumnya, mereka terdiri dari satu warga suku Han dan delapan suku Uighur. Juru bicara pemerintah daerah Xinjiang mengatakan eksekusi mati ini dilaksanakan setelah kasus itu dikaji oleh Mahkamah Agung. Keadilan? Kekerasan di Urumqi pecah pada tanggal 5 Juli, saat aksi protes warga Uighur menyebabkan setidaknya 197 orang tewas dan 1.700 lainnya luka-luka. Toko-toko dihancurkan dan kendaraan pun dibakar, sementara orang yang lewat diserang oleh perusuh suku Uighur tersebut. Dua hari kemudian, warga Han melakukan aksi balas dendam disaat polisi berusaha mengendalikan situasi.
Para pejabat mengatakan sebagian besar yang tewas adalah suku Han dan masyarakat suku ini menuntut keadilan. Secara total 21 orang dijatuhi hukuman pada bulan Oktober. Sembilan dikenai hukuman mati, dan tiga mendapat hukuman mati dengan dua tahun percobaan, yang biasanya kemudian diubah menjadi hukuman penjara seumur hidup. Mereka dinyatakan bersalah dalam kejahatan seperti pembunuhan, perusakan properti, pembakaran dan perampokan. Ketegangan antara warga Uighur dan Han akhir-akhir ini semakin meningkat. Dalam beberapa dekade terakhir jutaan warga Han pindah ke wilayah Xinjiang, warga Uighur yang beragama Islam yang tadinya mayoritas kini menjadi minoritas di beberapa wilayah termasuk Urumqi. Banyak warga Uighur menginginkan otonomi lebih besar dan hak bagi kebudayaan dan agama Islam daripada yang diatur peraturan
ketat Beijing. Laporan tertulis pemerintah Cina yang baru-baru ini diterbitkan, kerusuhan di Xinjiang disebabkan oleh kaum separatis Uighur yang menginginkan negara "Turkestan Timur" merdeka. Kongres Dunia Uighur di pengasingan mengatakan Beijing membesar-besarkan ancaman itu untuk membenarkan pengawasan ketat. Dalam beberapa tahun ini terjadi sejumlah serangan bom dan serangan bentuk lain di wilayah yang menurut pihak berwenang dilakukan oleh kaum separatis. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||