BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 09 November, 2009 - Published 07:56 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Tembok Berlin 20 tahun
 
Para pemimpin dunia dulu dan sekarang berkumpul di ibukota Jerman, Berlin

Para pemimpin dunia bergabung bersama ribuan orang memperingati 20 tahun runtuhnya Tembok Berlin yang membuka jalan berakhirnya Perang Dingin.

Kanselir Jerman Angela Merkel bersama dengan mantan pemimpin Uni Soviet
Mikhail Gorbachev dan mantan Presiden Polandia Lech Walesa berjalan
melintasi bekas pos perlintasan.

Sebelumnya, misa diselenggarakan di Gereja Getsemani, dimana berlangsung protes selama beberapa bulan sebelum tembok runtuh.

Runtuhnya Tembok Berlin kemudian menyebabkan runtuhnya kekuasaan komunis, reunifikasi Jerman, dan berakhirnya Perang Dingin.

Pihak komunis Jerman Timur ketika itu mendirikan dinding sepanjang 155 kilometer di tahun 1961, guna mengitari kota Berlin Barat, dan membatasi warganya untuk pindah ke Jerman Barat.

Lebih dari 100 orang diyakini tewas di Tembok Berlin ketika berusaha melarikan diri.

Tembok itu dibuka secara mendadak 9 November 1989 menyusul aksi protes pro demokrasi.

Gerbang Brandenburg

Sebelumnya, kartu domino raksasa akan dirubuhkan untuk menunjukkan bagaimana pemerintahan komunias di Eropa Timur jatuh secara beruntun tahun 1989.

Kanselir Jerman, Angela Merkel, yang besar di wilayah Jerman Timur memimpin perayaan 20 tahun tersebut.

Dia diikuti oleh Gorbachev dan Walesa saat mereka melintasi Jembatan Bornholmer, yang merupakan perlintasan yang dibuka pertama kali 20 tahun lalu, setelah berminggu-minggu protes pro demokrasi.

Nyonya Merkel mengatakan bahwa "ini bukan saja hari perayaan bagi Jerman, namun juga perayaan bagi seluruh Eropa."

Puncak perayaan akan dilangsungkan di Gerbang Brandenburg, simbol utama reunifikasi Jerman di tahun 1990.

Sebelumnya dalam perayaan di Gerbang tersebut, Merkel mengatakan penyatuan Jerman belum lengkap, karena pertumbuhan ekonomi Jerman Timur tertinggal.

Pemimpin dunia lainnya yang akan bergabung dengan Kanselir Merkel di Berlin adalah Presiden Perancis Nicolas Sarkozy, Perdana Menteri Inggris Gordon Brown dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton.

Yang juga akan hadir adalah mantan Perdana Menteri Hongaria, Miklos Nemeth, yang memutuskan membuka perbatasan negerinya pertama kalinya guna memungkinkan warga Jerman Timur melarikan diri ke Barat.

Sementara itu, Guenter Schabowski, mantan pejabat Jerman Timur yang komentarnya menyebabkan ambruknya Tembok, mengakui adanya kerusakan komunikasi dengan ketua partainya Egon Krenz mengenai pengumuman peraturan baru perjalanan warga Jerman Timur.

Dia mengatakan kepada BBC bahwa di tidak menyesalkan apa yang disebut kesalahan sendiri yang menyebabkan Jerman bergabung secara damai.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy