BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 08 November, 2009 - Published 12:20 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Mesjid Swiss dibuka untuk umum
 
Mesjid Mahmoud di Zurich
Warga Muslim Swiss berharap langkah itu akan meningkatkan pengertian
Warga Muslim di Swiss mengundang masyarakat untuk berkunjung ke mesjid-mesjid, tiga minggu sebelum referendum larangan menara.

Organisasi-organisasi Muslim mengatakan mereka berharap langkah itu akan mengurangi apa yang mereka sebut kekawatiran dan prasangka buruk.

Pihak konservatif yang mengusulkan pemungutan suara itu adalah partai terbesar di Swiss. Mereka mengatakan menara adalah simbol kekuatan politik Islam.

Jajag pendapat menunjukkan usulan larangan itu akan ditolak oleh para pemilih.

Seorang pemuka Islam di Zurich, Tamir Hadjipolu, mengatakan usulan yang diluncurkan oleh partai sayap kanan Swiss, SVP, adalah "diskriminasi terbuka".

Penduduk Islam di Swiss berjumlah 400.000 dengan sekitar 200 tempat ibadah. Hanya empat yang memiliki menara, menurut media lokal.

Undangan mengunjungi mesjid itu dilakukan hari Sabtu di 12 daerah, termasuk Jenewa, Vaud dan Freiburg.

"Kami harap pertemuan ini dapat membangun dialog dan menciptakan saling pengertian yang lebih baik," kata Hisham Maizar, seorang pemuka agama di Swiss timur.

Wartawan BBC Imogen Foulkes mengunjungi mesjid di Zurich dan mengatakan banyak warga non-Muslim yang datang, senang dengan langkah itu.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy