BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 08 November, 2009 - Published 11:12 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Ledakan di Peshawar, Pakistan
 
Ledakan di Peshawar bulan lalu
Peshawar sudah beberapa kali diguncang bom
Paling tidak 10 orang tewas dan sekitar 20 terluka dalam serangan bom bunuh diri di dekat kota Peshawar, Pakistan, menurut polisi.

Ledakan itu mengguncang pasar ternak di luar kota.

Pembom mencari sasaran seorang walikota anti Taliban, yang meninggal dalam serangan itu.

Para militan melakukan sejumlah serangan di Pakistan dalam beberapa minggu ini, untuk membalas operasi tentara di Waziristan Selatan.

Mobil-mobil hancur

Taliban mengatakan mereka yang melakukan serangan terakhir itu.

Sasaran mereka tampaknya adalah walikota Adizai, Abdul Malik, penentang kelompok militan. Kediamannya dekat dengan daerah kesukuan tempat operasi pihak militan.

Abdul Malik luka parah dan meninggal kemudian di rumah sakit.

Para pejabat polisi mengatakan kepada BBC bahwa Malik tengah dalam perjalanan ke kota itu saat ia berhenti di pasar itu.

Menurut para pejabat, pembom itu telah mengikuti Malik dengan satu truk.

Saat Malik meninggalkan kendaraan, pria itu segera mendekat dan meledakkan diri.

Wartawan BBC Syed Shaib Hasan di Islamabad mengatakan ledakan itu begitu kerasnya sehingga mereka yang berada di dekatnya tewas, dan beberapa mobil hancur.

Polisi setempat mengatakan walikota itu dulu adalah pendukung Taliban namun kemudian membentuk milisi suku untuk melawan militan.

Seorang pejabat daerah di Peshawar, Sahibzada Anis mengatakan: "Malik selamat dalam beberapa serangan sejak ia menentang militan.

"Namun hari ini, pihak militan akhirnya menewaskannya," kata Anis.

Wartawan kami mengatakan Malik berada di garis depan dalam operasi anti-Taliban di daerah Adizai dan kematiannya tampaknya akan memperkuat kekuasaan Taliban di sana.

Bulan lalu, ledakan besar di pasar Peepal Mandi, Peshawar menewaskan 118 orang.

Pemerintah menyalahkan Taliban atas serangan itu, namun pemimpin keloompok itu menyanggahnya.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy