BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 07 November, 2009 - Published 10:25 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Libanon capai kesepakatan
 
Para pemimpin oposisi pimpinan Hizbullah
Kesepakatan itu memecahkan kebuntuan politik sejak pemilu Juni lalu
Gabungan koalisi Libanon setuju untuk bergabung dalam pemerintah persatuan nasional pimpinan Perdana Menteri yang ditunjuk, Saad Hariri.

Gerakan Hizbullah Libanon mengatakan, gabungan kelompok oposisi telah menyepakati langkah itu dalam pertemuan hari Jumat.

Hizbullah diperkirakan akan memberitahu secara resmi keputusan itu kepada Perdana Menteri Hariri yang didukung Barat pada hari Sabtu.

Hubungan antara Arab Saudi, yang mendukung Hariri, dan Suriah yang mendukung Hizbullah telah membaik, sehingga terobosan ini tercapai, kata para pengamat.

Perdana Menteri yang telah ditunjuk, Saad Hariri, memimpin koalisi yang dianggap sebagai koalisi anti Suriah meraih kemenangan dalam pemilihan umum Juni lalu.

Sejak kemenangan itu dia mencoba mencapai kesepakatan dengan oposisi pimpinan Hizbullah untuk bergabung dalam kabinet persatuan nasional.

Tetapi dia selama ini menghadapi pertikaian mengenai rincian pembagian jabatan menteri.

Suriah merupakan pemain politik yang penting di negara tetangganya Libanon selama 30 tahun terakhir, sampai ayah Saad Hariri, Rafiq, meninggal tahun 2005.

Kebuntuan politik itu semakin membuat khawatir negara-negara Barat dan PBB, karena dampaknya terhadap keamanan kawasan dan perekonomian Libanon.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy