BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 02 November, 2009 - Published 04:02 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Pemilu Afghan tidak jelas
 
Abdullah Abdullah
Abdullah Abdullah mundur demi kepentingan nasional
Sejumlah usaha dilakukan untuk memecahkan kebingungan apakah pemilihan presiden putaran kedua akan berlangsung hari Sabtu.

Rencana pemilu babak kedua itu diragukan terlaksana setelah pemimpin oposisi Abdullah Abdullah mundur dari pencalonan.

Satu-satunya kandidat tersisa, Presiden Hamid Karzai mengatakan, komisi pemilu Afghanistan harus memutuskan masalah ini.

Menteri Luar Negeri Inggris Hillary Clinton mengatakan, dia menghormati pilihan Abdullah dan mendesak dia tetap bekerja untuk perdamaian.

Amerika akan melanjutkan dukungan bagi tokoh Afghanistan ini dan Presiden, kata Hillary.

Sementara itu Perdana Menteri Inggris Gordon Brown mengatakan, mundurnya Abdullah dari pemilu "demi kepentingan persatuan nasional" dan Presiden Karzai ingin mengeluarkan "manfesto persatuan".

Kedua negara sebelumnya mendukung pemilu putaran kedua menyusul meluasnya kecurangan yang menodai pemilu babak pertama bulan Agustus.

Namun wartawan BBC Andres North di Kabul menyatakan, sekarang mereka menentangnya karena bahaya terhadap tentara asing dan Afghanistan yang harus mengawasi pemilu di tengah upaya Taliban mengganggunya.

Upaya hukum

Wartawan BBC menyebutkan, upaya itu sedang berlangsung untuk mendapatkan cara-cara hukum mengakhiri kebuntuan ini.

Komisi Pemilihan Umum yang banyak dikritik kemungkinan mengumumkan penghentian pemilu kedua dan kemudian Mahkamah Agung memutuskan bahwa pemenang pemilu adalah Presiden Karzai.

Kemudian, kata wartawan BBC, masuk ke proses sulit membentuk pemerintah baru Afghanistan.

Abdullah mengatakan kepada BBC dia telah membuat keputusan "demi kepentingan negara".

Sebelumnya dia mengatakan kepada para pendukungnya tuntutan untuk menjamin pemilu bebas kecurangan belum terpenuhi.

Namun dia tidak menyerukan pemboikotan pemilu putaran kedua yang akan berlangsung hari Sabtu nanti.

Karzai menolak tuntutan Dr Abdullah bahwa para pejabat pemilu yang mengawasi pemilu putara pertama harus dipecat.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy