BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 22 Oktober, 2009 - Published 07:51 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Presiden lantik kabinet baru
 
SBY dan Boediono
Presiden SBY yakin para menterinya sanggup menjalankan tugas
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini melantik 34 menteri yang ditunjuknya untuk duduk dalam kabinet mendatang.

Dalam pidatonya usai pelantikan, Presiden Yudhoyono mengatakan ke-34 orang menteri yang sudah ditunjuk adalah putra putri terbaik bangsa dan layak mengemban tugas setelah lolos uji kelayakan yang kredibel dan akuntabel.

Sehingga, kata Yudhoyono, para menteri ini harus mampu menunjukkan kinerja terbaiknya selama lima tahun mendatang.

"Pertanggungjawabkan kepercayaan dan kehormatan yang telah saya berikan kepada saudara-saudara. Abdikan semua pikiran waktu dan tenaga saudara untuk kepentingan rakyat yang kita cintai," kata Yudhoyono.

"Saudara-saudara sudah menandatangani pakta integritas atau kode etik yang akan saudara jalankan sebagai menteri dan pejabat utama pemerintahan."

"Saudara juga sudah menandatangani kontrak kinerja, sasaran capaian apa yang hendak saudara wujudkan lima tahun mendatang. Saya harapkan jalankan apa yang telah saudara-saudara tandatangani baik dalam pakta integritas maupun kontrak kinerja," tandas Yudhoyono.

Presiden menegaskan setiap tahun dia akan melakukan evaluasi kinerja para menterinya itu.

Yuhoyono menambahkan tugas lima tahun mendatang tidak ringan. Tidak hanya menghadapi gejolak dunia namun juga menghadapi dinamika dalam negeri yang terkadang sangat kompleks.

"Oleh karena itu siapkan mental, fikiran dan fisik saudara-saudara untuk berfikir cerdas dan bekerja keras yang sekali lagi semuanya diabdikan untuk rakyat Indonesia."

"Memang tidak mungkin kita mengubah semua hal dalam lima tahun mendatang. Tetapi rakyat akan tahu apakah saudara, apakah saya cukup berikhtiar dalam menghadapi pekerjaan yang kompleks dan tidak ringan."

Tadi malam . Presiden Yudhoyono mengumumkan susunan kabinet baru yang kerap disebut Kabinet Indonesia Bersatu II.

Dari nama-nama yang dipilih, mantan Panglima TNI Marsekal TNI Purn Djoko Suyanto mengisi kursi Menko Politik, Hukum, dan Keamanan.

Sementara itu, Menko Perekonomian dipercayakan kepada Hatta Rajasa. Sedangkan Agung Laksono dari Partai Golkar dipercaya mengisi kursi Menko Kesra.

Sudi Silalahi ditunjuk menjadi Menteri Sekretaris Negara, dan Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi menjadi Menteri Dalam Negeri.

Pos Menteri Luar Negeri dipercayakan kepada mantan Dubes RI di Inggris dan Perwakilan Tetap RI di PBB Marty Natalegawa.

Dari parpol

Seperti diperkirakan banyak kalangan, sebagian besar menteri berasal dari latar belakang parpol pendukung koalisi.

Kabinet Indonesia Bersatu II
Menko Politik, Hukum, dan Keamanan: Marsekal TNI Purn Djoko Suyanto
Menko Perekonomian: Hatta Rajasa
Menko Kesra: Agung Laksono
Menteri Sekretaris Negara: Sudi Silalahi
Menteri Dalam Negeri: Gamawan Fauzi
Menteri Luar Negeri: Marty Natalegawa
Menteri Pertahanan: Purnomo Yusgiantoro
Menteri Hukum dan HAM: Patrialis Akbar
Menteri Keuangan: Sri Mulyani
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Darwin Zahedy Saleh
Menteri Perindustrian: MS Hidayat
Menteri Perdagangan: Mari Elka Pangestu
Menteri Pertanian: Suswono
Menteri Kehutanan: Zulkifli Hasan
Menteri Perhubungan: Freddy Numberi
Menteri Kelautan dan Perikanan: Fadel Muhammad
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi: Muhaimin Iskandar
Menteri Pekerjaan Umum: Djoko Kirmanto
Menteri Kesehatan: Endang Rahayu Setyaningsih
Menteri Pendidikan Nasional: M Nuh
Menteri Sosial: Salim Assegaf Aljufrie
Menteri Agama: Suryadharma Ali
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata: Jero Wacik
Menteri Komunikasi dan Informatika: Tifatul Sembiring
Menneg Riset dan Teknologi: Suharna Surapranata
Menteri Negara Urusan Koperasi dan UKM: Syarifudin Hasan
Menneg Lingkungan Hidup: Gusti Moh Hatta
Menneg Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Linda Agum Gumelar
Menneg Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: E.E. Mangindaan
Menneg Pembangunan Daerah Tertinggal: Helmy Faisal Zaini
Menneg PPN/Kepala Bappenas: Armida Alisjahbana
Menneg BUMN: Mustafa Abubakar
Menneg Perumahan Rakyat: Suharso Manoarfa
Menneg Pemuda dan Olahraga: Andi Mallarangeng

Beberapa menteri dalam kabinet terdahulu SBY masih dipertahankan baik dalam posisi yang sama atau di departemen berbeda.

Purnomo Yusgiantoro, yang sebelumnya Menteri ESDM dipercaya sekarang menjadi Menteri Pertahanan.

Dia digantikan oleh Darwin Zahedy Saleh di kursi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Pos Menteri Hukum dan HAM diserahkan kepada Patrialis Akbar.

Sri Mulyani tetap di kursi menteri Menteri Keuangan. Demikian juga Mari Elka Pangestu tetap di pos Menteri Perdagangan. Sedangkan, Menteri Perindustrian dipercayakan kepada MS Hidayat.

Suswono dari PKS menggantikan teman satu parpolnya, Anton Apriantono di pos Menteri Pertanian.

Kursi Menteri Kehutanan dipercayakan kepada Zulkifli Hasan, sedangkan pos Menteri Perhubungan ke Freddy Numberi.

Posisi Menneg Perumahan Rakyat diberikan kepada Suharso Manoarfa, dan
Menneg Pemuda dan Olahraga dipegang Andi Mallarangeng.

Menteri Komunikasi dan Informatika diamanatkan kepada Tifatul Sembiring.

Presiden SBY menunjuk E.E. Mangindaan menjabat Menneg Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Dan, Mustafa Abubakar dipercaya untuk menjabat Menneg BUMN.

Presiden Susilo Yudhoyono juga menunjuk Gita Irawan Wirjawan sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal.

Jenderal TNI Djoko Santoso tetap menjabat Panglima TNI. Bambang Hendarso Danuri juga tetap di pos Kapolri.

Posisi Jaksa Agung tetap di tangan Hendarman Supanji.

Sementara itu, Jenderal Pol Purn Sutanto dipercaya menjadi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN).

Kuntoro Mangkusubroto dipercaya menjadi Ketua Unit Kerja Presiden Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan.

'Kurang profesional'

Kabinet baru ini dinilai kurang profesional. Beberapa nama dianggap tidak mempunyai kemampuan yang mencukupi untuk memimpin kementerian.

"Tidak banyak unsur profesionalnya," kata Indria Samego, pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Yudhoyono maju dalam pilpres didukung oleh beberapa partai koalisi seperti PKS, PPP, PAN dan PKB.

Wakil-wakil parpol ini sangat jelas terlihat di kabinet.

Meski demikian, Samego berpendapat sebaiknya presiden memilih calon dari partai yang memiliki kapabilitas.

"Saya tidak menentang menteri dari parpol. Tapi pilihlah calon-calon dari parpol yang memang mampu menjalankan tugas," kata Samego.

Ditanya tentang kemungkinan pergantian anggota kabinet di tengah perjalanan, Samego mengatakan hal itu dimungkinkan.

"Pakta yang ditandatangani oleh menteri membuka peluang tersebut. Kalau dianggap gagal akan diganti," ujar Samego.

Pro dan kontra kabinet baru telah diperkirakan oleh Presiden Yudhoyono. Ketika mengumumkan nama anggota kabinet, presiden mengatakan pasti ada pihak yang tidak puas.

"Pada tahun 2004 hal itu terjadi. Juga dalam tahun-tahun sebelumnya. Saya nilai itu wajar. Itulah indahnya demokrasi," kata presiden.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy