BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 20 Agustus, 2009 - Published 14:21 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Pembom Lockerbie dibebaskan
 
Konvoi polisi meninggalkan penjara Greenock
Konvoi polisi meninggalkan penjara Greenock
Pembom pesawat PanAm di atas Lockerbie, Skotlandia telah dibebaskan atas dasar alasan kemanusiaan dan diterbangkan ke Libya, kata pemerintah Skotlandia.

Abdelbaset Ali al-Megrahi, 57 tahun, dipenjara tahun 2001 atas kekejaman yang menelan 270 korban jiwa tahun 1988.

Menteri Kehakiman Skotlandia, Kenny MacAskill, mengatakan warga Libya yang menderita kanker prostat itu, akan diizinkan pulang ke tanah airnya.

Pemerintah Amerika menyatakan pihaknya "sangat menyesalkan" keputusan pemerintah Skotlandia untuk membebaskan Megrahi.

Sekitar satu jam setelah pengumuman itu, konvoi polisi terlihat meninggalkan penjajara Greenock Prison, tempat Megrahi menjalani hukuman.

Megrahi terlihat menaiki tangga pesawat maskapai penerbangan Libya, Afriqiyah di Glasgow.

Pemerintah mengatakan telah melakukan konsultasi dengan berbagai pihak sebelum MacAskill menentukan keputusan atas permohonan Megrahi untuk dibebaskan atau dipindahkan ke penjara Libya.

Dalam jumpa pers hari Kamis, MacAskill mengatakan dia menolak permohonan pemindahan ke penjara Libya.

Kemanusiaan

Namun demikian, setelah mempertimbangkan alasan medis, diperkirakan Megrahi hanya memiliki waktu sekitar tiga bulan.

Kenny MacAskill mengesampingkan opsi warga Libya itu diizinkan tinggal di Skotalandia atas alasan keamanan. Dan dia menekankan pihaknya menerima dakwaan dan hukuman yang dijatuhkan kepada Megrahi.

Megrahi menderita kanker prostat

Namun, dia mengatakan orang Skotlandia dikenal memiliki rasa kemanusiaan.

"Megrahi tidak menunjukkan rasa kasihan kepada para korban. Mereka tidak dimungkinkan kembali ke pengkuan keluarga untuk melanjutkan hidup mereka, apalagi hari-hari terakhir mereka," kata MacAskill.

"Tetapi persoalan itu saja bukanlah alasan bagi kita untuk menunjukkan belas kasihan kepadanya dan kepada keluarganya pada saat-saat terakhir," tambahnya.

MacAskill sebelumnya berada dalam tekanan berat dari pemerintah Amerika Setikat untuk tetap memenjarakan Megrahi.

Menteri Luar Negeri Amerika, Hillary Clinton sempat mengatakan pembebasan Megrahi "benar-benar keliru".

Sebanyak 270 orang yang sebagian besar adalah warga Amerika, tewas ketika pesawat PanAm meledak.

Akan tetapi pemerintah Skotlandia menegaskan keputusan itu diambil "berdasarkan bukti jelas dan bukan karena ada faktor-faktor lain".

Menanggapi keputusan itu, juru bicara Gedung Putih, Robert Gibbs, mengatakan:

"Amerika sangat menyesalkan keputusan pemerintah Skotlandia untuk membebaskan Abdel Basset Mohamed al-Megrahi".

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy