BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 17 Agustus, 2009 - Published 16:24 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Harapan dari Jepang untuk ekonomi global?
 
kegiatan ekonomi di jepang

Jepang menjadi negara maju ketiga yang keluar dari resesi. Ekonomi tumbuh 0,9% di kuartal kedua tahun ini.

Jepang melengkapai Prancis dan Jerman, dua kekuatan ekonomi terbesar Eropa yang keluar dari resesi.

Apa makna pertumbuhan di Jepang ini bagi ekonomi global?

Bagi Asia, ini jelas pertanda yang baik. Kekuatan ekonomi terbesar di benua ini menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Ini berarti akan ada peningkatan permintaan di dalam negeri akan produk-produk dari negara lain.

Artinya nilai perdagangan Jepang dengan negara-negara Asia dengan sendirinya akan meningkat.

Jepang terbantu dengan mitra dagang terbesar mereka, Cina, yang juga menunjukkan tanda-tanda yang mengesankan di kuartal kedua ini.

Paket stimulus senilai 586 milyar dollar AS membuat belanja konsumen naik.

Para periode April-Juni tingkat pertumbuhan ekonomi Cina adalah 7,9%, naik dari 6,1% di kuartal pertama.

Bagi Jepang implikasi perkembangan ini sangat jelas.

Ekspor Jepang naik menjadi 6,3% selama kuartal tersebut. Ini adalah peningkatan pertama dalam kurun lebih dari satu tahun.

Bagi Eropa perkembangan di Jepang juga sangat penting.

Data Komisi Eropa 2007 menunjukkan Jepang adalah pasar ekspor terbesar keenam Uni Eropa dan pembeli terbesar keempat barang-barang Eropa.

Peningkatan di Jepang menjadi pendorong mitra-mitra dagang negara ini.

Meski demikian tidak berarti pemukiman ekonomi di Jepang sama dengan di Eropa.

"Anda harus membedakan antara apa yang terjadi di Eropa dan situasi di Jepang," kata Peter Dixon, ekonom di Commerzbank.

"Di Eropa memang terjadi peningkatan aktivitas secara riil. Permintaan domestik memang meningkat di Prancis dan Jerman."

data ekonomi

Menurut Dixon ada distorsi untuk kasus Jepang. Ini bisa dilihat dari penurunan harga yang cukup tajam pada periode April-Juni.

Data menunjukkan harga barang turun 1,76% pada kuartal terakhir.

Jadi, volume barang dan jasa naik tetapi nilai barang dan jasa sebenarnya turun.

Pemulihan yang disebabkan oleh pemotongan harga tidak serta merta menjamin adanya ekonomi yang sehat secara fundamental.

Jepang mengeluarkan dua paket stimulus yang totalnya mencapai 260 milyar dollar AS.

Banyak kalangan berpendapat aliran uang berhasil mendorong perekonomian Jepang.

Apakah dengan demikian paket stimulus ekonomi yang dikeluarkan Presiden Obama sebesar 787 milyar dollar AS juga akan mendorong perekonomian Amerika seperti yang terjadi di Jepang?

"Pada kuartal ketiga tahun ini mungkin ada peningkatan GDP Amerika yang cukup besar," kata Dixon.

Hal ini antara lain disebabkan oleh populernya skema pemerintah yang memberikan bantuan uang bagi mereka yang ingin mengganti mobil lama dengan mobil baru yang lebih hemat energi.

Dia mengatakan masalah di AS dab Inggris bisa dikatakan berpusat di sektor perbankan.

"Itu berarti langkah-langkah stimulus konvensional tidak akan berdampak besar."

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy