17 Juli, 2009 - Published 08:37 GMT
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengutuk tindakan teror pemboman yang menewaskan sedikitnya sembilan orang di Hotel JW Marriot dan Hotel Ritz Carlton.
"Saya selaku kepala negara dan kepala pemerintahan mengutuk keras aksi teror yang keji ini, saya sangat prihatin dengan kejadian ini," katanya.
"Mengapa saya sangat prihatin, saudara tahu ekonomi tumbuh dengan baik, dunia usaha, kepariwisataan, investasi, sektor riil semuanya bergerak, meskipun menghadapi krisis global silih berganti," lanjutnya.
"Kedua, nilai saham dan rupiah menguat, dengan ekonomi terus tumbuh, kesejahteraan meningkat termasuk pengangguran menurun," kata SBY.
"Semuanya terjadi, karena tahun-tahun terakhir negara kita benar aman damai, sehingga disamping ekonomi tumbuh, rakyat hidup tentang," tandasnya.
"Saudara-saudara dengan aksi teror yang keji dan tidak bertangung jawab ini, apa yang kita bangun dalam lima tahun terakhir dengan kerja keras, lagi-lagi harus mengalami goncangan dan kemunduran, lagi-lagi dampak buruknya harus seluruh rakyat indonesia rasakan, minus mereka yang melakukan tindakan tidak bertanggung jawab ini," kata Yudhoyono di Istana Merdeka.
"Saya bersumpah, demi rakyat indonesia, negara dan pemerintah akan melakukan tindakan yang tegas, tepat dan benar terhadap pelaku pemboman ini, dan otak pelaku pemboman," tegasnya.
Yudhoyono kemudian menyatakan, Kepada Polri, Badan Intelejen Negara dan TNI agar terus meningkatkan kewaspadaan mencegah aksi teror.
"Dan penegak hukum harus mencari pelaku, penggerak dan otak dari kekerasan ini," katanya.
Gagalkan hasil pemilu
Yudhoyono juga mensinyalir adanya upaya menggagalkan hasil pemilu.
"Dalam rangkaian pemilu legislatif dan pemilihan presiden memang ada sejumlah intelejen yang dapat dikumpulkan oleh pihak berwenang," lanjutnya.
"Intelejen yang saya maksud adanya kegiatan kelompok teroris berlatih dengan foto saya dijadikan foto sasaran. Ada rekaman videonya, ini mereka yang berlatih. Ini sasarannya. Dan ini foto saya dengan sasaran tembakan muka saya
Ini intelejen, ada rekaman videonya, ada gambarnya.
"Bukan fitnah bukan isu, saya mendapatkan laporan ini beberapa saat lalu.
Diketahui ada rencana melakukan tindakan keeerasan dan melawan hukum berkaitan dengan pemilu," lanjutnya
"Ada rencana pendudukan paksa KPU pada saat nanti hasil pemungutan suara diumumkan," katanya.
"Ada pernyataan, akan ada revolusi jika SBY menang.ada pernyataan kita bikin Indonesia seperti iran. Ada pernyataan, bagaimanapun juga SBY tidak boleh lantik," tuturnya.
"Terhadap semua intelejen itu saudara-saudara, apakah terkait dengan aksi pemboman atau tidak, saya menginstruksikan kepada semua jajaran hukum untuk menjalankan tugas dengan benar, objektif, tegas dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum," katanya.